PASANGKAYU, Publiknews.co.id – Kehadiran industri tambang pasir di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
PT Kulaka Jaya Perkasa (KJP) yang beralamat di Desa Bambakoro kini telah resmi beroperasi dan menjalankan aktivitas produksi.
Meski baru berjalan, kontribusinya sudah langsung terasa.

Pemilik tambang, Komisaris PT KJP yang saat ini juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Tambang MBLB Sulawesi Barat, Sabarudien Syam yang akrab disapa Jhon, mengungkapkan bahwa aktivitas pertambangan pasir oleh PT KJP yang baru berlangsung sekitar satu bulan ini telah menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, baru sebulan beroperasi, kita sudah bisa berkontribusi PAD sekitar 600 juta. Ini bukti bahwa tambang ini dikelola secara benar dan memberikan manfaat langsung untuk daerah,” ujar Jhon, Senin malam (19/10/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut masih tahap awal. Untuk tahun 2026 ini, PT KJP memegang kuota RKAB sebanyak 3 juta kubik.
“Jika tercapai RKAB tahun ini 2026 dengan kuota 3 juta kubik yang dipegang PT Kulaka Jaya Perkasa, diperkirakan akan menyumbang PAD kurang lebih Rp33 miliar untuk Kabupaten Pasangkayu,” jelas Jhon.
Selain fokus pada target produksi dan kontribusi PAD, Jhon menegaskan komitmen perusahaannya untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Sejak awal kami berkomitmen, yang kerja di tambang ini harus masyarakat lokal Bambakoro dan Lariang. Prinsip kami, perusahaan ada karena masyarakat, jadi masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga memastikan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) terus dijalankan secara berkelanjutan.
“Selain PAD dan tenaga kerja lokal, kewajiban CSR juga sudah kami jalankan. Ada di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembinaan UMKM warga sekitar tambang. Ini akan terus kami tingkatkan,” tutupnya.
Kehadiran PT KJP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Lariang dan menciptakan hubungan harmonis antara investasi dan kesejahteraan masyarakat Bambakoro.
HRL

