POLEWALI MANDAR, 28 Juli 2026, — Ratusan hektar areal persawahan di Polewali Mandar mulai mengalami kekeringan. Menyikapi hal itu, Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, turun langsung ke lapangan untuk meninjau areal persawahan yang terdampak kekeringan tersebut.

Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, bersama jajaran penyuluh pertanian, Bupati menyasar tiga lokasi terdampak, yaitu Desa Rappang Barat, Desa Paku, dan Desa Bunga – Bunga. Di sana, tanaman padi tampak layu karena minimnya pasokan air.
Berdasarkan data sementara, ratusan hektar areal persawahan di beberapa wilayah Polman dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini mengancam produktivitas petani dan berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah jika tidak segera ditangani.
Para penyuluh yang ikut mendampingi menjelaskan, kekeringan dipicu oleh minimnya curah hujan yang mengakibatkan kurangnya aliran irigasi ke petak sawah.
Melihat kondisi di lapangan, Bupati Samsul Mahmud menegaskan komitmennya untuk segera mencari solusi.
Ia menyebut, Pemkab Polman sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat. Koordinasi ini dilakukan untuk mengupayakan bantuan pengairan untuk para petani.
Bupati berharap Dinas Pertanian dan Pangan Polman, serta para penyuluh untuk terus memetakan titik – titik rawan kekeringan secara akurat, agar bantuan bisa tepat sasaran.
Bagi petani di Rappang Barat, Paku dan Bunga-Bunga, kehadiran Bupati memberi harapan baru. Mereka berharap ada langkah konkret dalam beberapa hari ke depan, misalnya bantuan pompa air atau perbaikan sarana pengairan.
Pemkab Polman kini tengah merumuskan langkah darurat sembari menunggu dukungan dari Pemprov Sulbar.(arj.)

