SIGI, PUBLIKNEWS.CO.ID– Suasana penuh keceriaan terlihat di TK Nur Afiat pada hari kedua masuk sekolah. Sejak pagi, para murid tampak antusias bermain bersama teman-temannya di lingkungan sekolah yang penuh kehangatan.

Para guru terlihat aktif membimbing anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif, mulai dari bernyanyi, bermain, hingga berinteraksi untuk membantu mereka beradaptasi dengan suasana belajar yang baru. Sikap ramah para pendidik turut menciptakan rasa nyaman bagi para siswa.

Salah satu orang tua murid, Hamsyah, mengaku turut mengantar putri sulungnya, Qeisyah Annazwa Zahra, yang akrab disapa Echa. Menurutnya, Echa masih ingin ditemani hingga jam pulang sekolah karena masih dalam masa penyesuaian.
“Anak-anak terlihat sangat menikmati suasana sekolah. Guru-gurunya juga sabar dan ramah mengajak mereka bernyanyi serta bermain bersama,” ujarnya.

Di tengah suasana yang menyenangkan tersebut, terdapat satu hal yang menjadi perhatian, yakni keterlambatan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Anak-anak terlihat menunggu dengan sabar makanan yang menjadi bagian dari program pemerintah tersebut.
Menurut sejumlah orang tua, makanan yang biasanya diterima paling lambat sekitar pukul 09.30 WITA, pada hari itu baru tiba sekitar pukul 10.35 WITA.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas pengantar, keterlambatan tersebut disebabkan oleh proses persiapan di dapur yang memerlukan waktu lebih lama dari biasanya.
Keterlambatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola maupun pihak penyedia layanan MBG agar distribusi makanan dapat berlangsung lebih tepat waktu. Mengingat penerima manfaat adalah anak-anak usia dini, ketepatan waktu penyajian makanan menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan serta kelancaran kegiatan belajar di sekolah.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik. Oleh karena itu, selain kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi juga menjadi aspek yang perlu terus diperhatikan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.
(Publik News)

