Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Tanggapan Aduan Petani Sengketa Lahan 20 Hektare, KPH Sarudu/Karossa Siap Mediasi
    SUARA WARGA

    Tanggapan Aduan Petani Sengketa Lahan 20 Hektare, KPH Sarudu/Karossa Siap Mediasi

    Oktober 12, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email
    PASANGKAYU – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sarudu/Karossa akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik penguasaan lahan garapan seluas 20 hektare di kawasan Hutan Desa Benggaulu, Dusun Masabo, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu.
    Tanggapan tersebut disampaikan oleh Plt Kepala KPH Sarudu/Karossa, Sandi, menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya mengenai aduan masyarakat tani tertanggal 08 Oktober 2026.
    Plt KPH Sarudu/Karossa, Sandi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026) membenarkan telah menerima aduan dari masyarakat tani terkait klaim penguasaan lahan di kawasan Hutan Desa Benggaulu yang memiliki izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan.
    “Terkait surat aduan, fisiknya belum kami terima. Tapi secara langsung aduan, kami sudah disampaikan oleh pak Iskandar Adjo Komnas LP KPK Pengawasan selaku penerima kuasa dari masyarakat tani yang mengajukan surat aduan tersebut,” katanya.
    Menanggapi aduan tersebut, pihak KPH menyatakan akan segera mengambil langkah fasilitasi.
    “Kami telah menerima aduan tersebut. Terkait persoalan ini, kami akan segera mengatur jadwal untuk mempertemukan semua pihak yang bersengketa,” ujar Sandi.
    Menurut Sandi, pertemuan tersebut penting untuk mendudukkan persoalan secara objektif dan transparan.
    Ia menambahkan, ada dinamika dalam proses mediasi yang diminta para pihak.
    “Tapi ada juga permintaan dari Pak Masnu untuk mediasi dihadirkan mantan KPH atas nama Pak Tahir, sedangkan Pak Tahir lagi di Makassar karena sakit, tapi kami tetap mengusahakan mediasi ini cepat terlaksana,” ungkap Sandi.
    Sandi menjelaskan, penyampaian tersebut disampaikan secara lisan melalui staf Polhut-nya, dikarenakan terkait masalah ini memang masih ditangani oleh KPH yang atas nama Tahir.
    Selain menggelar mediasi, KPH juga akan turun langsung melakukan koordinasi di lapangan terkait permintaan salah satu pihak yang meminta semua aktivitas di lahan tersebut diberhentikan selama proses mediasi belum selesai.
    “Langkah kedua, kami akan melakukan koordinasi ke pihak petani yang saat ini melakukan aktivitas di lahan yang disengketakan,” jelasnya.
    Ia berharap, dengan adanya mediasi tersebut, kondusifitas di lapangan tetap terjaga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antar petani.
    “Kami harap semua pihak menahan diri dan menghormati proses yang sedang berjalan di KPH. Tujuan kami adalah menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Insya Allah kami akan lakukan mediasi kembali untuk mencari titik temu yang baik,” tutupnya.
    Sebelumnya diberitakan, persoalan lahan ini mencuat setelah sejumlah petani yang mengaku sebagai pengelola sejak tahun 2021 yakni Masnu, Anis, Wayan Darmo, Alimuddin, Samsu Bahri, dan Ayub, melayangkan surat aduan ke KPH.
    Mereka meminta agar KPH segera memfasilitasi mediasi ulang dengan pihak Gapoktan Lambere Sipatuo yang juga mengklaim lahan tersebut, serta meminta agar aktivitas perkebunan di lahan sengketa dihentikan sementara sebelum ada kesepakatan bersama.
    HRL
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Petani Minta KPH Sarudu/Karossa Segera Mediasi Sengketa 20 Ha di Benggaulu

    Oktober 11, 2026 SUARA WARGA

    Genap 38 Tahun, Andi Ansar Bahri Terima Apresiasi dari Pimpinan Umum Publik News

    September 4, 2026 News

    Publik News Kembali: Karena Suara Masyarakat Harus Tetap Ada

    Agustus 23, 2026 OPINI
    PUBLIK UPDATE

    Petani Minta KPH Sarudu/Karossa Segera Mediasi Sengketa 20 Ha di Benggaulu

    Oktober 11, 2026

    Gadai Mobil Rp20 Juta Raib, Dugaan Keterlibatan Oknum TNI‑AD

    September 24, 2026

    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Abulyatama Yatim Village Dorong Kepedulian terhadap Anak Yatim

    September 13, 2026

    Tak Berlindung di Balik Meja, DPRD Pasangkayu Temui Langsung Massa Aksi Konflik Agraria

    September 14, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa September 1, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk,…

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026
    PUBLIK POPULAR
    banner iklan pasang disini
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.