Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Menjemput Asa Kecil Putra di Ujung Polewali
    News

    Menjemput Asa Kecil Putra di Ujung Polewali

    Oktober 12, 2025
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    Catatan : Abdul Rajab Abduh

    Polewali Mandar — Siang itu, mentari menyengat di halaman SDN 002 Polewali. Suara riuh anak-anak yang baru saja usai belajar mengalun bersama desir angin laut dari arah barat. Di antara mereka, seorang bocah tampak menunduk sambil menenteng tas sekolahnya yang lusuh dan robek di beberapa bagian. Dialah Putra Pratama, bocah berusia sembilan tahun yang hidup dalam kisah getir di balik senyum polosnya.

    Hari itu, tim dari Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, yang dipimpin Andi Sumarni, datang menjemputnya. Mereka tengah menyalurkan bantuan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya bagi lansia dan anak di luar panti.

    Tapi siapa sangka, dari sekian banyak penerima manfaat, kisah Putra menjadi cermin kecil tentang arti perjuangan hidup dan kepedulian sosial.

    Rumah yang Tak Layak Disebut Rumah
    Putra tinggal di Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali, di sebuah rumah sederhana yang jauh dari kata layak huni. Dindingnya dari papan yang mulai lapuk. Di rumah itu, ia tinggal bersama ayahnya, Salama (37), seorang nelayan yang penghasilannya tidak menentu, dan dua adiknya, Asmi Inaya (6) dan Ahmad Al Ghafari (4).

    Ibunya, Rosdiana (33), telah lama merantau sebagai Tenaga Kerja Wanita di Arab Saudi. Demi menafkahi anak-anaknya, ia rela meninggalkan kampung halaman dan menitipkan kasih sayang yang tak bisa selalu hadir di pelukan.

    “Kalau dilihat dari kondisi rumah dan kehidupan mereka, memang sangat layak dibantu,” tutur Muliadi, Kepala Lingkungan Ujung, lirih.

    “Meski orang tuanya masih muda dan kuat bekerja, tapi kehidupan mereka masih jauh dari cukup. Banyak kebutuhan yang belum terpenuhi, apalagi untuk anak-anak sekecil mereka.”

    Sebuah Tas Lusuh yang Bercerita
    Tas sekolah Putra menjadi saksi bisu perjuangannya. Robek di sisi, tali hampir putus, namun tetap ia gunakan setiap hari untuk membawa buku dan pensil. Ketika dijemput oleh tim Dinas Sosial, Putra hanya tersenyum malu. Senyum itu sederhana, tapi mengandung makna mendalam bahwa di balik segala keterbatasan, masih ada semangat untuk terus belajar dan bermimpi.

    “Melihat Putra, kami semua tersentuh,” ujar Andi Sumarni, Kabid Resos. “Anak ini adalah simbol dari banyak anak lain di luar sana yang masih butuh perhatian. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian.”

    Harapan dari Ujung Polewali
    Menurut Muliadi, masih banyak warga di lingkungannya yang juga hidup dalam kondisi serupa, bahkan beberapa di antaranya adalah anak yatim yang belum tersentuh bantuan sosial. Ia berharap Dinas Sosial dapat terus memperbaiki data penerima manfaat agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

    Hal ini pun diakui oleh pihak Dinas Sosial. “Kami akan terus berupaya memperbarui data, bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pendamping sosial,” ungkap Andi Sumarni. “Karena kami yakin, masih banyak anak-anak seperti Putra yang menunggu uluran tangan.”

    Menyalakan Lilin di Tengah Gelap
    Kisah Putra hanyalah satu dari sekian banyak kisah di Polewali Mandar. Namun dari satu kisah kecil inilah, empati sosial menemukan artinya. Terkadang, perubahan besar tidak datang dari gedung megah atau rapat panjang, tapi dari sebuah langkah kecil, dari tangan yang terulur memberi, dari hati yang mau peduli.

    Di tengah gelapnya keterbatasan, Putra masih menyalakan lilin kecil semangatnya. Ia masih berangkat ke sekolah dengan tas robeknya, membawa harapan agar suatu hari nanti, hidupnya tak lagi sesempit lorong rumah kayu di Ujung Polewali.(**)

    #beritaviral #kemensos #polewalimandar
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Muhammad Sabir Ukir Prestasi, Wasit Asal Sulbar Bertugas di Asian Games Jepang 2026

    September 30, 2026 News

    Polairud Polres Pasangkayu Tangani Penemuan Pria Gantung Diri di Pantai Batu Oge

    September 30, 2026 News

    Polres Pasangkayu Perkuat Digitalisasi Lewat Verifikasi IKD dan Pengaktifan Agen Perlinsos

    September 29, 2026 News
    PUBLIK UPDATE

    SD Inpres 5 Birobuli Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bangun Karakter Siswa Teladani Rasulullah

    September 5, 2026

    Seorang Wartawan Ditemukan Meninggal Dikamar Kos di Pasangkayu, Polisi Datangi TKP

    September 6, 2026

    Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka 

    September 10, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026

    Di Balik Hijau Sawit Pasangkayu: Ketika Janji Kesejahteraan Tersandung Sengketa Lahan

    September 6, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa September 1, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk,…

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026
    PUBLIK POPULAR
    banner iklan pasang disini
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.