Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Mahasiswa di Palopo Dikeroyok Lima Orang, Rahang Retak, Keluarga Desak Polres Palopo Bertindak Cepat Ungkap Semua Pelaku
    Hukum

    Mahasiswa di Palopo Dikeroyok Lima Orang, Rahang Retak, Keluarga Desak Polres Palopo Bertindak Cepat Ungkap Semua Pelaku

    November 25, 2025
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    PUBLIKNEWS.CO.ID, PALOPO – Aksi kekerasan brutal kembali terjadi di Kota Palopo. Seorang mahasiswa, Andi Alquais (21), menjadi korban pengeroyokan yang menyebabkan bagian rahangnya mengalami kerusakan serius. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (24/11/2025) sekitar pukul 21.30 WITA di Jalan Yogi S. Memed, Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan.

    Hingga Selasa (25/11/2025) siang, Polres Palopo baru mengamankan satu orang pelaku, yakni Andi Yahya (44), seorang tukang batu yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

    Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir, menjelaskan bahwa pelaku diketahui mendatangi sekretariat organisasi mahasiswa yang sering digunakan oleh korban dan rekan-rekannya. Lokasi itu disebut acap kali menimbulkan kebisingan hingga larut malam, memicu kegelisahan warga sekitar.

    “Pelaku merasa terganggu dengan aktivitas korban bersama teman-temannya yang sering ribut hingga malam. Namun teguran itu tidak diterima dengan baik oleh korban,” ujar Iptu Sahrir.

    Namun, keterangan itu berbeda dengan pengakuan korban.

    Dalam kondisi lemah saat dirawat di RS Mega Buana Palopo, Alquais justru menegaskan bahwa ia didatangi oleh lima orang.

    “Satu orang memukuli saya, dua orang memegang tangan, dan dua lagi berjaga di pintu,” ungkapnya lirih.

    Rahang korban mengalami kerusakan serius akibat hantaman benda tumpul. Kondisinya hingga kini masih membutuhkan penanganan intensif.

    Pihak keluarga korban, Zain, menumpahkan kemarahan dan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus ini.

    “Kami harap polisi tidak hanya menangkap satu orang. Yang menganiaya keluarga kami lebih dari satu,” tegasnya.

    Ia bahkan menduga kuat bahwa pengeroyokan itu telah direncanakan.

    “Menurut saya, ini bukan kejadian spontan. Cara mereka datang dan berbagi peran menunjukkan seolah-olah peristiwa ini sudah direncanakan sebelumnya,” tambahnya.

    Paman Korban: “Ini Aksi Brutal. Polisi Harus Bergerak Cepat!”

    Pada pernyataan terpisah, Zainuddin, paman korban, menyampaikan kecaman keras terhadap seluruh pelaku.

    “Apa yang dialami keponakan saya bukan sekadar insiden biasa, tetapi sebuah aksi pengeroyokan yang terencana dan dilakukan secara sadis,” ungkapnya.

    Ia juga menyoroti lambannya proses penegakan hukum.

    “Hingga saat ini baru satu pelaku yang ditangkap. Empat lainnya masih bebas berkeliaran. Ini sangat mengecewakan. Keluarga menuntut keseriusan dan profesionalisme pihak Polres Palopo.”

    Zainuddin menegaskan bahwa keluarga akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pelaku ditangkap dan diproses hukum tanpa pengecualian.

    Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan lebih dari satu pelaku dan mengandung unsur perencanaan. Keluarga korban meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk:

    Mengusut tuntas dugaan pengeroyokan berencana

    Segera menangkap semua pelaku yang terlibat

    Menjamin tidak ada pelaku yang mendapat perlindungan

    Menangani kasus ini secara profesional, cepat, dan transparan

    Masyarakat menilai lambannya tindakan bisa menggerus kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Palopo. (Tim/Red)

    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    HUT Propam, Polres Pasangkayu Salurkan Bansos ke Yayasan Abulyatama

    September 30, 2026 Hukum

    Sat Polairud Polres Pasangkayu Ajak Nelayan Jaga Kamtibmas dan Laut

    September 28, 2026 Hukum

    Problem Solving, BKTM Sarasa Selesaikan Konflik Warga

    September 24, 2026 Hukum
    PUBLIK UPDATE

    SD Inpres 5 Birobuli Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bangun Karakter Siswa Teladani Rasulullah

    September 5, 2026

    Seorang Wartawan Ditemukan Meninggal Dikamar Kos di Pasangkayu, Polisi Datangi TKP

    September 6, 2026

    Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka 

    September 10, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026

    Di Balik Hijau Sawit Pasangkayu: Ketika Janji Kesejahteraan Tersandung Sengketa Lahan

    September 6, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa September 1, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk,…

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026
    PUBLIK POPULAR
    banner iklan pasang disini
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.