Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Diduga Cemari Sungai Salubiro Berulang Kali, PT Palma Kembali Disorot: Warga Minta DLH Sulbar Bertindak Tegas
    SUARA WARGA

    Diduga Cemari Sungai Salubiro Berulang Kali, PT Palma Kembali Disorot: Warga Minta DLH Sulbar Bertindak Tegas

    Juli 26, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    PASANGKAYU, Publiknews.co.id – Dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Palma Sumber Lestari PSL kembali menjadi sorotan. Pada Minggu (26/7/2026), seorang warga disebut Nono kembali mendokumentasikan kondisi aliran air dari parit yang berada di sekitar areal perusahaan. Air yang mengalir ke Sungai Salubiro tampak berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat.

    Menurut keterangan di lokasi, aliran tersebut bermuara ke Sungai Salubiro yang kemudian mengalir melewati permukiman warga di Dusun Balanti, Dusun Kareo hingga Burangge. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena sungai tersebut merupakan bagian dari lingkungan yang berada di sekitar kawasan tempat tinggal warga.

    “Ini bukan pertama kalinya terjadi. Air dari parit perusahaan kembali berwarna hitam dan berbau. Sungai ini mengalir sampai ke permukiman warga,” ujar warga kepada Medai saat melakukan pemantauan di lokasi.

    Masyarakat menilai pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi warga dari dampak pencemaran lingkungan. Mereka juga mengingatkan bahwa sebelumnya pihak perusahaan telah menyatakan komitmennya untuk tidak mencemari sungai yang digunakan masyarakat berkali-kali tapi dilanggar.

    Namun, menurut warga, kondisi serupa kembali terulang sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan serta penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran lingkungan tersebut.

    Warga secara khusus mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat agar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi segera mengambil langkah hukum dan tindakan nyata apabila ditemukan adanya pelanggaran.

    “Kami meminta DLH Provinsi Sulawesi Barat bertindak tegas. Tidak ada aturan yang membenarkan pencemaran sungai yang digunakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.

    Kasus dugaan pencemaran Sungai Salubiro sebelumnya juga telah beberapa kali menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap pemerintah tidak berhenti pada sebatas peringatan, tetapi melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pencemaran lingkungan.

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Palma belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kembali mengalirnya air berwarna hitam dan berbau ke Sungai Salubiro. Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak perusahaan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

    Tim Redaksi. 

    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Genap 38 Tahun, Andi Ansar Bahri Terima Apresiasi dari Pimpinan Umum Publik News

    September 4, 2026 News

    Publik News Kembali: Karena Suara Masyarakat Harus Tetap Ada

    Agustus 23, 2026 OPINI

    Ketua IJS Pasangkayu Turun Investigasi Dugaan Limbah PT Palma Sumber Lestari, Temukan Fakta Berbeda dari Klaim Humas

    Agustus 10, 2026 SUARA WARGA
    PUBLIK UPDATE

    SD Inpres 5 Birobuli Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bangun Karakter Siswa Teladani Rasulullah

    September 5, 2026

    Seorang Wartawan Ditemukan Meninggal Dikamar Kos di Pasangkayu, Polisi Datangi TKP

    September 6, 2026

    Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka 

    September 10, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026

    Di Balik Hijau Sawit Pasangkayu: Ketika Janji Kesejahteraan Tersandung Sengketa Lahan

    September 6, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa September 1, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk,…

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026
    PUBLIK POPULAR
    banner iklan pasang disini
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.