Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Kejari Luwu Siap Bidik Kepsek dan Bendahara, Aroma Dugaan Korupsi Rp 900 Juta “Proyek Revitalisasi SMPN 1 Ulu Salu”
    News

    Kejari Luwu Siap Bidik Kepsek dan Bendahara, Aroma Dugaan Korupsi Rp 900 Juta “Proyek Revitalisasi SMPN 1 Ulu Salu”

    April 7, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    PUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu memberikan sinyal hijau untuk mengusut tuntas dugaan korupsi proyek revitalisasi di SMPN 1 Ulusalu. Kasi Intel Kejari Luwu, Prasetyo, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam jika bukti permulaan telah terpenuhi.

    “Yang jelas kami tindak lanjuti kalau jelas ada bukti permulaan,” tegas Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, memberikan angin segar bagi upaya penegakan hukum di Bumi Sawerigading.

    Pernyataan ini menjadi babak baru setelah Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK) membongkar indikasi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 900 juta. Proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas pendidikan tersebut kini justru menyeret Kepala Sekolah dan Bendahara ke jurang pidana.

    Ketua Divisi Monitoring dan Evaluasi L-KONTAK, Dian Resky, membeberkan adanya keganjilan fatal dalam penetapan Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN). Dalam satu lokasi dan tahun anggaran yang sama, ditemukan ketimpangan harga yang dianggap melawan logika.

    “Kami menemukan pembangunan UKS dipatok Rp 5,4 juta/m2, sementara toilet melonjak drastis ke angka Rp 6,4 juta/m2. Ini jelas menabrak Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021,” ungkap Dian dengan nada tajam

    Bukan hanya soal harga, L-KONTAK juga mengendus adanya “pekerjaan gaib”. Rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang perpustakaan disinyalir mengabaikan item krusial seperti pembongkaran dan pemasangan lantai, namun tetap masuk dalam laporan pertanggungjawaban.
    Dian menantang pihak sekolah untuk menunjukkan bukti autentik di lapangan, bukan sekadar tumpukan kertas administratif.

    “Silakan buktikan dokumentasi pekerjaan pembongkarannya. Jangan hanya menampilkan MC 0, MC 50, dan MC 100 dalam LPJ. Mana bukti fisik di lapangan?” tantang Dian.

    L-KONTAK menegaskan bahwa jika manipulasi ini terbukti, unsur mens rea atau niat jahat telah terpenuhi sesuai Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 15 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Langkah hukum pun mulai berderap. Surat Klarifikasi bernomor 09102/K.I/S.KL.DPP L-KONTAK/III/2026 telah dilayangkan kepada Kepala Sekolah pada 11 Maret lalu. Sayangnya, alih-alih memberikan penjelasan, Kepala Sekolah SMPN 1 Ulusalu justru memilih langkah defensif dengan memblokir kontak wartawan, sebuah tindakan yang semakin memperkuat kecurigaan publik.

    Kini, bola panas berada di tangan Aparat Penegak Hukum. Publik menanti keberanian Kejari Luwu untuk menyeret para “penilep” uang pendidikan ini ke balik jeruji besi. Selain kasus di sektor pendidikan, pengawasan ketat juga tengah menyasar proyek infrastruktur desa dan alokasi dana bantuan sosial di wilayah Luwu Raya guna memastikan transparansi anggaran negara.

    Kajari Luawu L-KONTAK Proyek Revitalisasi SMPN 1 Ulu Salu
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Harga LPG 3 Kg Masih Membebani Masyarakat, Pengawasan Distribusi Harus Diperkuat

    Juli 2, 2026 Nasional

    Musim Kemarau Mulai Meluas, Masyarakat Diimbau Hemat Air dan Waspadai Kebakaran Lahan PublikNews.co.id – Memasuki awal Juli 2026, musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya intensitas hujan, meningkatnya suhu udara, serta mulai mengeringnya lahan pertanian dan sumber air di beberapa daerah. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak menggunakan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang umumnya meningkat selama musim kemarau. Di sektor pertanian, musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Ketersediaan air yang semakin terbatas dapat memengaruhi produktivitas tanaman apabila tidak diantisipasi dengan sistem irigasi dan pengelolaan air yang baik. Selain itu, cuaca yang panas dan angin yang cukup kencang juga berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan langkah antisipasi melalui pemantauan wilayah rawan, penyediaan sumber air cadangan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran dan pentingnya menjaga lingkungan. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menghadapi musim kemarau. Menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah terjadinya bencana. Musim kemarau memang merupakan siklus alam yang terjadi setiap tahun. Namun, dengan kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan dengan baik. PublikNews.co.id mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan musim kemarau sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Penggunaan air secara bijak dan upaya menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

    Juli 2, 2026 Nasional

    Menjaga Lingkungan Dimulai dari Hal Sederhana

    Juli 1, 2026 Nasional
    PUBLIK UPDATE

    Ada Perbedaan Cara Hitung Skor, LSM Lemkira Minta Disdik Sulsel Awasi Proses SPMB

    Juni 27, 2026

    Lewat Aplikasi Lontara+, Pendaftaran SPMB SMPN 6 Makassar Berjalan Lancar dan Transparan

    Juni 26, 2026

    Harga LPG 3 Kg: Ketika Subsidi Belum Sepenuhnya Dinikmati Masyarakat

    Juni 28, 2026

    Pendaftaran SPMB 2026 di SMPN 2 Makassar Berjalan Lancar, Kendala Data Diperbaiki

    Juni 25, 2026

    Datangi Kantor Disdik, Ratusan Orangtua Minta Solusi atas Permasalahan Pendaftaran SPMB 2026

    Juni 22, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa Mei 3, 2026

    Turnamen Voli Sambaliwali Cup I Resmi Digelar, Menyatukan Prestasi dan Persaudaraan

    Mei 3, 2026 Info Desa

    Sambaliwali, 3 Mei 2026 — Di bawah langit desa yang dipenuhi semangat dan harapan, lapangan…

    Lapak Raya dan Harapan Baru: Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN di Desa Nepo”

    April 18, 2026

    Pemerintah Desa Poda-Poda Tuntaskan Pembangunan Rabat Beton dan Gedung TK/PAUD dari Dana Desa 2025

    Februari 17, 2026

    Jalan yang Menjadi Doa Warga Tutar–Alu

    Februari 17, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.