Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Dari Mangrove Jadi Berkah: Warga Mampie Belajar Cipta Sabun dan Eco-Printing Bersama UNSULBAR
    Info Desa

    Dari Mangrove Jadi Berkah: Warga Mampie Belajar Cipta Sabun dan Eco-Printing Bersama UNSULBAR

    November 10, 2025
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    Polewali Mandar — Di tepian Pantai Mampie, suara ombak berpadu dengan tawa warga yang sibuk bereksperimen dengan dedaunan dan bunga. Bukan sedang menghias taman, melainkan menciptakan karya unik dari alam: sabun mangrove dan totebag eco-printing.

    Kegiatan yang berlangsung di Rumah Penyu Pantai Mampie ini menjadi wujud nyata penerapan konsep Blue Economy, sebuah gagasan untuk mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan sambil membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Di balik kegiatan ini, berdiri tim dosen Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR): Alexander Kurniawan Sariyanto Putera, Isdaryanti, dan Akbar Indrawan Saudi.
    Mereka hadir bukan hanya membawa ilmu, tapi juga semangat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi alam di sekitar mereka.

    “Pelatihan ini mengajarkan bahwa keindahan bisa lahir dari alam sekitar kita tanpa bahan kimia berbahaya. Selain bernilai seni, produk ini juga memiliki nilai jual yang baik,” jelas Alex, sang penggagas kegiatan.

    Selama pelatihan, warga diajak memanfaatkan dedaunan, bunga, hingga bahan alami dari ekosistem mangrove untuk menciptakan pola unik pada kain. Teknik eco-printing ini menghasilkan totebag dengan motif alami yang tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan. Setiap corak bagaikan jejak tangan alam yang hidup di atas kanvas kain.

    Tak berhenti di situ, warga juga belajar membuat sabun tematik bertema penyu dan lingkungan. Produk kebersihan ini bukan sekadar sabun biasa; bentuk dan aromanya menggambarkan simbol konservasi satwa penyu yang menjadi ikon Pantai Mampie.

    Salah satu peserta, Salmawati, tampak antusias saat mencoba hasil buatannya. “Saya sangat senang ikut kegiatan ini karena bisa jadi peluang bisnis bagi saya secara pribadi,” ujarnya dengan mata berbinar. “Saya juga sudah coba sabunnya, Alhamdulillah aman, tak kalah sama sabun mandi pada umumnya,” tambahnya sambil tersenyum.

    Bagi Alex dan timnya, kegiatan ini bukan hanya soal pelatihan keterampilan, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran baru. “Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga alam bisa sekaligus menjadi peluang usaha. Ketika masyarakat kreatif mengolah sumber daya sekitar dengan bijak, mereka tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menciptakan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

    Ke depan, UNSULBAR berencana memberikan pendampingan lanjutan dan pelatihan digital marketing agar produk-produk ramah lingkungan dari Mampie bisa dikenal lebih luas, baik di pasar lokal maupun platform daring.

    Dengan semangat kolaborasi antara UNSULBAR, Komunitas Sahabat Penyu, dan masyarakat pesisir, Dusun Mampie kini mulai menapaki jalannya menuju desa ekowisata berbasis konservasi. Sebuah tempat di mana alam dijaga, seni tumbuh, dan ekonomi bergerak selaras dengan keseimbangan birunya laut.(**)

    #penyu #polewalimandar
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bayi Terlantar di Polewali Diserahkan ke Dinas Sosial Usai 21 Hari Dirawat di RS Hajja Andi Depu

    Mei 16, 2026 News

    Kapolda Sulbar Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Siap Dorong Ekonomi Masyarakat

    Mei 16, 2026 News

    AMDK Merk HK di Kalukku Akui Belum Punya SIPA, Tak Paham Soal Sumur Pantau

    Mei 16, 2026 Ekonomi
    PUBLIK UPDATE

    Kejanggalan Surat Bimtek Wajo: Dua Nama Perusahaan, Aktivis Bongkar Modus Rekayasa Dana

    Mei 11, 2026

    Turnamen Voli Sambaliwali Cup I Resmi Digelar, Menyatukan Prestasi dan Persaudaraan

    Mei 3, 2026

    DPC Pasangkayu Titip Pesan ke Waketum DPP: Hamsyah Minta Afiat Tak Lupakan Sulbar

    Mei 11, 2026

    Klaim Kantongi SIPA, Pemilik AMDK Merk SR di Kalukku Tolak Tunjukkan Dokumen ke Media

    Mei 16, 2026

    Sorotan Dugaan Cacat Mutu Proyek Jalan Rp8,1 Miliar di Wajo, Aktivis Minta APH Turun Tangan

    Mei 11, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa Mei 3, 2026

    Turnamen Voli Sambaliwali Cup I Resmi Digelar, Menyatukan Prestasi dan Persaudaraan

    Mei 3, 2026 Info Desa

    Sambaliwali, 3 Mei 2026 — Di bawah langit desa yang dipenuhi semangat dan harapan, lapangan…

    Lapak Raya dan Harapan Baru: Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN di Desa Nepo”

    April 18, 2026

    Pemerintah Desa Poda-Poda Tuntaskan Pembangunan Rabat Beton dan Gedung TK/PAUD dari Dana Desa 2025

    Februari 17, 2026

    Jalan yang Menjadi Doa Warga Tutar–Alu

    Februari 17, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.