Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (31/8/2026). Jarum jam menunjukkan pukul 14.00 Wita ketika 56 Saeyyang Pattu’duq mulai bergerak. Tabuhan rebana mengiringi langkah kuda, sementara lantunan kalindaqda (pantun berbahasa Mandar) mengalun di sepanjang jalan kampung. Ratusan mata warga tertuju pada rombongan tersebut. Bukan sekadar parade budaya. Bagi masyarakat Galung Tuluk, Saeyyang Pattu’duq adalah bagian dari ekspresi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus cara masyarakat menjaga warisan budaya Mandar agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Pelepasan 56 kuda penari dilakukan Camat Balanipa Abdul Malik, didampingi…
