PASANGKAYU, publiknews.co.id – Antrean panjang dan cepat habisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, kembali dikeluhkan warga. Kali ini warga secara gamblang menyebut penyebabnya adalah aktivitas mobil langsir dan motor langsir.
Warga menyebut, para pelangsir tersebut melakukan pengisian BBM secara berulang-ulang dengan menggunakan jeriken dan tangki rakitan yang sudah dimodifikasi. Satu kendaraan bisa bolak-balik masuk ke area pengisian dalam sehari.

Akibat ulah tersebut, antrean di SPBU mengular panjang hingga meluber ke jalan poros dan mengganggu arus lalu lintas. Yang paling dirugikan adalah pengendara yang sekadar lewat dan hendak mengisi BBM untuk melanjutkan perjalanan.
“Mereka terjebak antrean panjang, sudah antre lama, terkadang tidak dapat jatah lagi karena BBM sudah habis,” ungkap salah seorang warga kepada publiknews.co.id.
Keluhan serupa juga ramai di media sosial. Seorang netizen menulis:
“Orang yang jauh mau isi bensin di SPBU cuma sedikit yang dapat.”
Warga menilai, BBM yang seharusnya untuk masyarakat umum justru lebih banyak mengalir ke para pelangsir. Buktinya, meski di SPBU kosong, di sepanjang jalan di wilayah Sarjo justru menjamur penjual BBM eceran dengan harga selangit, mencapai Rp20.000 per botol Aqua 1,5 liter.
Masyarakat pun mendesak agar pihak SPBU tegas membatasi pengisian menggunakan jeriken dan melarang tangki rakitan. Selain itu, pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait sangat diharapkan untuk menertibkan aktivitas pelangsiran yang merugikan masyarakat banyak.
Tim publiknews.co.id pada beberapa waktu lalu juga menyaksikan langsung aktivitas pengisian jeriken di SPBU tersebut. Namun, saat itu tim belum sempat melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU karena kondisi antrean yang sangat panjang dan tidak kondusif.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Sarjo belum berhasil dikonfirmasi. Redaksi publiknews.co.id membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak SPBU dan pihak terkait sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
Penulis: Tim Redaksi

