MAMUJU, publiknews.co.id – Tiga tahun berlalu sejak gempa bumi mengguncang Mamuju pada Januari 2021. Namun hingga April 2026, ratusan korban masih menanti pencairan bantuan tahap kedua dari Pemerintah Daerah.
Hal itu disuarakan Penggiat Sosial Masyarakat, M. Rusdin, saat ditemui publiknews.co.id di Pantai Manakarra, Ahad [5/4/2026] malam.
Menurut Rusdin, warga korban gempa memiliki hak untuk mendapatkan bantuan dan juga hak untuk menagih janji pemerintah.
“Pemerintah daerah harus segera menepati janjinya. Di lapangan memang kelihatan warga sudah mulai membenahi rumah dengan uang pribadi. Tapi jangan lupa, mereka tetap punya hak atas bantuan tahap dua yang sampai sekarang tidak ada kejelasannya,” tegas Rusdin.
Aktivis senior ini menyayangkan lambannya proses pencairan. Ia menilai ketidakpastian ini membuat warga kecewa dan kehilangan kepercayaan.
Salah seorang korban gempa yang ditemui juga menyampaikan kekecewaan yang sama. Warga tersebut bahkan sudah pesimis bantuan akan cair.
“Sudahmo bosan mo iyya sangnging wawancara terus tapi tidak ada bantuan. Janganmi mappoto poto, bosanmo. Bukanka artis, tapi orang menderita,” ujarnya dengan logat Mamuju yang kental, sambil menolak rumahnya difoto lagi.
Di sisi lain, upaya konfirmasi ke Kepala Pelaksana BPBD Mamuju, Muh. Taslim, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor, staf menyebut yang bersangkutan sedang ke Kalumpang.
Namun beredar informasi bahwa Muh. Taslim berada di Makassar untuk mengurus urusan pribadi terkait kasus yang tengah membelitnya. Hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum dapat dimintai keterangan.
Reporter: S. La Alang

