MAMUJU,PUBLIKNEWS.CO.ID – Kasus penembakan yang menewaskan Husain (35) di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kini memasuki babak baru.
Polisi mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Polda Sulbar dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.
Oknum berinisial DC, yang bertugas di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulbar, diduga menjadi pemasok amunisi yang digunakan oleh pelaku penembakan.
Penjabat Sementara (Pjs) Ditresnarkoba Polda Sulbar, AKBP Albert H Ully, membenarkan bahwa oknum berinisial DC merupakan anggotanya.
“Iya, itu anggota saya,” kata Albert saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (05/11/2025).
Ditnarkoba Polda Sulbar Benarkan Oknum Diduga Pasok Amunisi ke Pelaku Penembakan Polman Anggotanya
Albert menegaskan, oknum tersebut telah ditangani secara kode etik dan pidana.
“Penanganan kasusnya ada dua aspek. Aspek kode etik ditangani oleh Propam, sedangkan aspek pidananya ditangani Polres Polman,” jelasnya.
Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut soal dugaan penjualan amunisi, Albert enggan berspekulasi dan meminta wartawan mengonfirmasi langsung ke Polres Polman yang menangani proses penyidikan.
“Kalau pidananya, silakan ditanyakan ke Polres Polman untuk lebih jelas,” ujarnya.
Sebelumnya, penyidik menetapkan Indra Didi Yuda (35), pecatan TNI, sebagai tersangka karena berperan menjual senjata api jenis revolver kepada pelaku utama Ahmad Faizal alias Carlos (25) seharga Rp4,5 juta dan satu gram sabu-sabu.
Senjata tersebut kemudian digunakan oleh Darussalam (35), kakak Ahmad Faizal, untuk menembak korban Husain hingga tewas.
Dari hasil penyelidikan, Indra Didi Yuda juga diketahui menghubungi Dedi Cahyadi alias Dadang untuk mencarikan amunisi, yang kemudian diduga bersumber dari oknum polisi DC.
Kapolres Polman AKBP Anjar Purwoko menyebut, tersangka Indra Didi Yuda dijerat Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Barang bukti berupa revolver pabrikan Amerika Serikat nomor seri 22618, enam butir peluru, dan 15 butir peluru HS telah diamankan sebagai bagian dari penyidikan.(*)

