Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • DAERAH
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » MI DDI Suruang: Menyiram Bonsai yang Hampir Layu
    News

    MI DDI Suruang: Menyiram Bonsai yang Hampir Layu

    Agustus 6, 2025
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    Catatan : Abdul Rajab Abduh

    Di balik lekuk-lekuk jalan pedesaan, sekitar tiga kilometer dari jantung Kecamatan Campalagian, berdiri sebuah madrasah sederhana bernama MI DDI Suruang. Lama terdiam dalam kesepian waktu, madrasah ini bak bonsai tumbuh, tapi tak sempat berkembang. Ia hidup dalam napas yang pendek, seperti menunggu tangan yang benar-benar peduli untuk menyentuhnya dengan kasih dan harapan.

    Sejak tahun-tahun belakangan, MI DDI Suruang lebih sering menjadi bangunan sunyi ketimbang ruang hidup pembelajaran. Siswa-siswi menghilang, kursi-kursi kosong, dan papan tulis tak lagi mengisahkan ilmu. Pergantian kepala madrasah yang terlalu sering telah membuatnya limbung; kehilangan arah, kehilangan cinta dari orang-orang di sekitarnya.

    Namun, pada tahun 2023, cahaya mulai menyusup di balik awan kelabu. Sosok bersahaja bernama H. Abdul Salam, S.Pd.I, hadir bukan sekadar untuk menjabat, tetapi untuk menghidupkan kembali yang hampir mati. Ia datang bukan membawa tongkat komando, melainkan niat tulus dan tekad keras.

    Langkah pertama Abdul Salam bukan renovasi fisik, tapi membangun kepercayaan. Ia mengetuk pintu hati para orang tua, berdiskusi hangat dengan komite sekolah, dan menyambangi para tokoh masyarakat, satu per satu. Ia menyampaikan bahwa madrasah ini bukan miliknya, bukan pula milik kementerian, tapi milik anak-anak desa ini, milik masa depan yang tak boleh dibiarkan runtuh begitu saja.

    Pelan tapi pasti, tanah yang gersang mulai basah. Halaman madrasah yang dahulu berdebu kini mulai tertata. Ruang-ruang kelas yang sempat murung kini mulai tersenyum. Tahun ajaran berjalan, dan sebanyak 25 siswa, sebuah angka kecil namun penuh makna memilih belajar di madrasah yang pernah nyaris dilupakan itu.

    Setiap pagi, suara tawa anak-anak kembali mengisi ruang kelas. Bacaan Al-Qur’an kembali menggema. Para guru bantu hadir dengan semangat, meski dengan segala keterbatasan. Tidak ada yang mewah, tetapi ada harapan yang tumbuh dan tak bisa dibeli dengan apapun.

    Madrasah ini memang belum seperti dulu saat berdiri tegak di tahun 1960, tetapi api semangatnya kembali menyala. Dan di tengah perjalanan panjang ini, Abdul Salam tetap memeluk mimpi: bahwa MI DDI Suruang akan kembali menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi desa Suruang, tetapi juga bagi pendidikan madrasah yang berakar kuat di tengah masyarakat.

    “Saya percaya, dengan kebersamaan dan keikhlasan, madrasah ini bisa kembali seperti dulu. Bahkan lebih baik lagi,” ucapnya dengan mata yang tak hanya melihat hari ini, tapi jauh ke depan. (Abdul Rajab Abduh)

     

    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Muhammad Sabir Ukir Prestasi, Wasit Asal Sulbar Bertugas di Asian Games Jepang 2026

    September 30, 2026 News

    Polairud Polres Pasangkayu Tangani Penemuan Pria Gantung Diri di Pantai Batu Oge

    September 30, 2026 News

    Polres Pasangkayu Perkuat Digitalisasi Lewat Verifikasi IKD dan Pengaktifan Agen Perlinsos

    September 29, 2026 News
    PUBLIK UPDATE

    SD Inpres 5 Birobuli Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bangun Karakter Siswa Teladani Rasulullah

    September 5, 2026

    Seorang Wartawan Ditemukan Meninggal Dikamar Kos di Pasangkayu, Polisi Datangi TKP

    September 6, 2026

    Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka 

    September 10, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026

    Di Balik Hijau Sawit Pasangkayu: Ketika Janji Kesejahteraan Tersandung Sengketa Lahan

    September 6, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa September 1, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk,…

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026
    PUBLIK POPULAR
    banner iklan pasang disini
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.