Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Ini Alasan Presiden Prabowo Pilih Hadir di SPIEF 2025 daripada KTT G7
    Nasional

    Ini Alasan Presiden Prabowo Pilih Hadir di SPIEF 2025 daripada KTT G7

    Juni 22, 2025
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    Publiknews.co.id, St. Petersburg – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penjelasan terbuka mengenai ketidakhadirannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada, 15–17 Juni 2025, dan pilihannya untuk menghadiri Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia.

    Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia pada sesi panel SPIEF 2025 di ExpoForum Convention and Exhibition Center, St. Petersburg, Rusia, Jumat (20/6/2025), Prabowo menegaskan bahwa keputusannya murni berdasarkan komitmen sebelumnya dan tidak terkait dengan pertimbangan politik.

    “Saya ditanya mengapa tidak hadir di KTT G7, tetapi hadir di SPIEF. Jawabannya sederhana: saya sudah berkomitmen ke forum ini terlebih dahulu, sebelum undangan G7 datang,” ujar Presiden Prabowo, disambut tepuk tangan riuh peserta forum.

    Ia menambahkan, tidak ada alasan lain mengenai hal itu dan murni soal komitmen yang sudah dibuat.

    Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya di SPIEF 2025 tidak boleh ditafsirkan sebagai sikap politik tertentu. “Indonesia sejak lama menganut prinsip nonblok. Kebijakan luar negeri kami jelas: seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Kami ingin berteman dengan semua negara,” tegasnya.

    Pernyataan itu kembali disambut aplaus, termasuk dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang hadir sebagai pembicara utama di forum itu.

    SPIEF 2025, yang mengusung tema “Shared Values as the Foundation of Growth in a Multipolar World”, menjadi panggung bagi Prabowo untuk menegaskan posisi Indonesia dalam tatanan global yang semakin multipolar. “Hanya dengan persahabatan dan kolaborasi, kita bisa mencapai kesejahteraan bersama,” ujarnya.

    Forum itu dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin sebagai tuan rumah sekaligus pembicara utama pertama, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang, Pangeran Bahrain Nasser bin Hamad Al-Khalifa, dan Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile.

    Kehadiran Prabowo sebagai salah satu pembicara kunci menegaskan peran aktif Indonesia dalam membangun kemitraan ekonomi global.

    “SPIEF adalah forum penting bagi Indonesia untuk menjajaki peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama teknologi, khususnya di tengah transisi ekonomi dunia,” jelas Prabowo.

    Di akhir pidatonya, Presiden kembali menegaskan prinsip politik luar negeri bebas-aktif Indonesia. “Kami tidak memihak blok mana pun, tetapi aktif berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran global,” pungkasnya.

    Pernyataan itu sekaligus menepis spekulasi bahwa kehadiran Indonesia di SPIEF merupakan bentuk dukungan politik terhadap Rusia.

    Beberapa menteri Kabinet Indonesia Merah Putih juga turut mendampingi, antara lain Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarti, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia hingga Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalin kerja sama strategis.

    Kunjungan kerja Presiden Prabowo yang tiba pada Rabu (18/6/2025) ke Rusia itu diisi sejumlah pertemuan bilateral untuk memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk di bidang pangan, energi, dan teknologi—sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia ke depan. (*)

    #KTT G7 VS SPIEF 2025 #PRESIDEN PRABOWO PEMENANGAN PERSAHABATAN #PRESIDEN PRABOWO SPIEF 2025
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Mensesneg: Kenaikan Tukin Juga Diterima Guru, Dosen dan Nakes di Wilayah 3T

    Juli 30, 2026 Nasional

    Serap Aspirasi UMKM di Pasar Mapilli Barat, Senator Jupri Mahmud: Kami Suarakan di Pusat Agar Pedagang Nyaman

    Juli 28, 2026 Nasional

    Reses di Pasar Mapilli Barat, Senator Jupri Mahmud Serap Aspirasi Pelaku UMKM dan Janji Bantu Rehab MCK

    Juli 28, 2026 Nasional
    PUBLIK UPDATE

    Heboh! Honor Operator SDN 003 Kandeapi Diduga Disunat, Rekening Koran BOS Bongkar Pembayaran Tunai Janggal

    Juli 27, 2026

    Masyarakat Adat Desak Dilibatkan Sebagai Subjek Utama di Tengah Konflik Lahan 4 Perusahaan Astra Group di Pasangkayu

    Juli 23, 2026

    Ketua IJS Pasangkayu Turun Investigasi Dugaan Limbah PT Palma Sumber Lestari, Temukan Fakta Berbeda dari Klaim Humas

    Agustus 10, 2026

    L-KONTAK: Dugaan Saja Tidak Cukup, Status SHM Pasar Raya Makassar Harus Diuji Mekanisme Hukum

    Juli 31, 2026

    Diduga Cemari Sungai Salubiro Berulang Kali, PT Palma Kembali Disorot: Warga Minta DLH Sulbar Bertindak Tegas

    Juli 26, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa Juli 31, 2026

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026 Info Desa

    Polewali Mandar, 30 Juli 2026,— Untuk melindungi akses warga, Pemerintah Desa Bonne-Bonne berencana merealisasikan pembangunan…

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026

    Warga Harapkan Pengaspalan Jalan Balintuma, Akses Penghubung Antar Desa

    Juli 3, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.