Polewali Mandar, publiknews.co.id – Polemik dugaan pemotongan honor operator di SDN 003 Kandeapi, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar akhirnya terbukti.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, M. Ilyas mengakui adanya pemotongan honor tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Ilyas melalui pesan WhatsApp kepada media ini.
“membayarkan sisanya yg dipotong. Dan kami sdh perintahkan untuk melakukan perimbangan penggajian. Tks,” tulis Kabid Ilyas.
Pernyataan tersebut sekaligus membenarkan pemberitaan sebelumnya terkait dugaan honor operator SDN 003 Kandeapi yang disunat dan temuan kejanggalan pembayaran tunai di rekening koran dana BOS.
Sebelumnya, Kabid bersama Kasi BOS Dikbud Polman diketahui telah turun melakukan sidak ke SDN 003 Kandeapi, namun Kepala Sekolah tidak berada di tempat.
Setelah adanya perintah dari Kabid, korban yang merupakan operator sekolah tersebut telah mengkonfirmasi bahwa sisa gajinya yang dipotong telah dikembalikan.
Saat dikonfirmasi terkait informasi bahwa Kepsek menolak menandatangani kenaikan gaji honor operator, Kabid Ilyas menyebut itu menjadi tanggung jawab Kepsek.
“Info itu perlu dicek kebenarannya, dan kalau itu betul maka itu menjadi tanggungjawab kelseknya. Kepseknya,” jelasnya.
Untuk sanksi, Disdik Polman hanya memberikan teguran kepada Kepsek SDN 003 Kandeapi.
“Pada prinsifnya kami sudah memberikan teguran terhadap apa yang dilakukan kepsek, dan mengingatkan agar jangan mengulangi hal serupa. Tks,” tutup Ilyas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan bentuk teguran tertulis serta tindak lanjut atas temuan transaksi tunai janggal di rekening koran BOS SDN 003 Kandeapi.
Publik pun mempertanyakan, apakah kasus penyunatan honor ini dianggap selesai hanya dengan pengembalian dan teguran lisan.(*)
Redaksi publiknews.co.id

