Polewali Mandar, 05 Agustus 2026, -Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Balanipa terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Hingga saat ini, SPPG Balanipa tercatat telah melayani ribuan orang siswa penerima manfaat.

Cakupan layanan tersebut tersebar di 18 sekolah dan 10 posyandu yang berada di 3 wilayah, yaitu Kelurahan Balanipa, Desa Mosso, dan Desa Tammajarra.
Kepala SPPG Balanipa, Sandi Irfansyah, menyampaikan bahwa program ini menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan lansia yang membutuhkan pemenuhan gizi harian.

“Kami fokus memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi seimbang sesuai standar. Tidak hanya di sekolah, tapi juga sampai ke posyandu agar intervensi gizi bisa dimulai sejak dini,” ujar Sandi Irfansyah.
Menurutnya, sinergi dengan pihak sekolah dan kader posyandu menjadi kunci keberhasilan program. Distribusi makanan dilakukan setiap hari kerja dengan menu yang disusun ahli gizi dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Ahmad Haeruddin, selaku Mitra Yayasan, mengapresiasi kinerja SPPG Balanipa yang dinilai cepat dan tepat sasaran.
“Kami dari pihak mitra yayasan melihat langsung di lapangan. SPPG Balanipa bekerja serius. 2.795 orang itu bukan angka kecil. Dengan menjangkau 18 sekolah dan 10 posyandu, artinya intervensi gizi sudah menyentuh anak-anak dan balita yang paling rentan. Ini langkah bagus untuk menurunkan stunting di Balanipa, Mosso, dan Tammajarra,” kata Ahmad Haeruddin.
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah desa, orang tua, dan pihak sekolah terus dikuatkan agar program bisa berjalan berkelanjutan.
“Kunci keberhasilannya ada di kebersamaan. Kalau semua pihak ikut mengawal, saya yakin target gizi yang lebih baik di tiga wilayah ini bisa tercapai,” tambahnya.
Dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah, SPPG Balanipa menargetkan perluasan layanan dan edukasi gizi kepada masyarakat agar pola makan sehat bisa menjadi kebiasaan jangka panjang.(*”)

