Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Pegiat Mangrove Asal Mampie Raih Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional
    Nasional

    Pegiat Mangrove Asal Mampie Raih Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

    Catatan : Abdul Rajab Abduh / Muh.Yusri Mampie
    Agustus 20, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Penghargaan Wana Lestari tingkat nasional kategori Pegiat Mangrove, diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, kepada Muh. Yusri dalam sebuah acara yang berlangsung di Manggala Wanabakti, Jakarta.
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    JAKARTA — Pegiat lingkungan asal pesisir Mampie, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Muh. Yusri atau yang akrab disapa Yusri Mampie, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dedikasinya dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove mengantarkannya meraih Penghargaan Wana Lestari tingkat nasional kategori Pegiat Mangrove.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, kepada Muh. Yusri dalam sebuah acara yang berlangsung pada 13 Agustus 2026, di Manggala Wanabakti, Jakarta.

    Penghargaan Wana Lestari menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Yusri dalam mengembangkan gerakan pelestarian mangrove di kawasan pesisir Mampie. Selama bertahun-tahun, ia bersama masyarakat setempat aktif melakukan penanaman dan pemeliharaan mangrove, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

    Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk memulihkan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah masyarakat dalam menghadapi ancaman abrasi serta menjaga keberlanjutan kehidupan di kawasan pesisir.

    Bagi Yusri, penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata pencapaian pribadi. Ia menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap masyarakat Mampie dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak menjaga lingkungan. Ini bukan hanya penghargaan untuk saya, tetapi untuk masyarakat dan semua pihak yang selama ini bersama-sama menjaga mangrove di Mampie,” ujar Yusri.

    Menurut Yusri, keberhasilan menjaga mangrove membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, gerakan konservasi yang dibangun di Mampie selama ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan komunitas lingkungan.

    Penghargaan Wana Lestari tingkat nasional tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap upaya konservasi berbasis masyarakat yang berkembang di pesisir Mampie, Polewali Mandar.

    Kiprah Yusri menjadi gambaran bahwa gerakan pelestarian lingkungan yang tumbuh dari masyarakat lokal mampu mendapatkan perhatian hingga tingkat nasional.

    Dari pesisir Mampie, penghargaan tersebut membawa pesan bahwa menjaga mangrove bukan hanya soal mempertahankan vegetasi pesisir, tetapi juga menjaga kehidupan masyarakat, melindungi wilayah dari ancaman abrasi, serta memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.(**)

    #mampie #menterikehutanan #polewalimandar
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Penagihan & Penyegelan Kios Dan Ruko Pasar Niaga Daya, AK-Law Firm Laporkan Perumda Pasar Makassar ke Polda Sulsel

    Agustus 18, 2026 News

    Ismi Ulfaida, Wakili Sulbar di Paskibraka Nasional HUT ke-81 RI 

    Agustus 18, 2026 News

    Peringati HUT ke-81 RI, Kapolres Luwu Utara Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Profesionalisme Polri

    Agustus 18, 2026 News
    PUBLIK UPDATE

    Heboh! Honor Operator SDN 003 Kandeapi Diduga Disunat, Rekening Koran BOS Bongkar Pembayaran Tunai Janggal

    Juli 27, 2026

    Masyarakat Adat Desak Dilibatkan Sebagai Subjek Utama di Tengah Konflik Lahan 4 Perusahaan Astra Group di Pasangkayu

    Juli 23, 2026

    Dugaan Penyimpangan Dana Sekolah SMAN 14 Wajo

    Agustus 14, 2026

    Ketua IJS Pasangkayu Turun Investigasi Dugaan Limbah PT Palma Sumber Lestari, Temukan Fakta Berbeda dari Klaim Humas

    Agustus 10, 2026

    L-KONTAK: Dugaan Saja Tidak Cukup, Status SHM Pasar Raya Makassar Harus Diuji Mekanisme Hukum

    Juli 31, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa Juli 31, 2026

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026 Info Desa

    Polewali Mandar, 30 Juli 2026,— Untuk melindungi akses warga, Pemerintah Desa Bonne-Bonne berencana merealisasikan pembangunan…

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026

    Warga Harapkan Pengaspalan Jalan Balintuma, Akses Penghubung Antar Desa

    Juli 3, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.