Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Menjaga Harmoni di Tanah Malaqbi: Ketua LP3KRI Sulbar Tekankan Pentingnya Menata Perbedaan dalam Bingkai Agama, Adat, dan Konstitusi
    News

    Menjaga Harmoni di Tanah Malaqbi: Ketua LP3KRI Sulbar Tekankan Pentingnya Menata Perbedaan dalam Bingkai Agama, Adat, dan Konstitusi

    April 11, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    PUBLIKNEWS.CO.ID, MAJENE – Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, Ketua Lembaga Pendidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3KRI) Provinsi Sulawesi Barat hadir memberikan pesan kesejukan bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dikelola dengan bijak demi tercapainya kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

    Ketua LP3KRI Sulbar menyampaikan bahwa dalam menyikapi setiap perbedaan pendapat, kepentingan, maupun latar belakang, masyarakat Sulawesi Barat memiliki “Tiga Pilar Utama” sebagai kompas kehidupan. Tiga pilar tersebut adalah ajaran Agama, kearifan Adat Budaya, serta aturan Hukum dalam Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Hidup di tengah perbedaan adalah sunnatullah atau keniscayaan. Namun, agar perbedaan itu tidak menjadi sumber konflik, kita harus kembali kepada tiga acuan dasar. Pertama, Agama sebagai fondasi moral; kedua, Adat Budaya sebagai identitas dan pemersatu sosial; dan ketiga, Undang-Undang sebagai pagar hukum yang menjamin keadilan,” ujar Ketua LP3KRI Sulbar dalam pesan nasehatnya.

    Agama sebagai Penuntun Jiwa
    Dalam perspektif agama, setiap manusia diajarkan untuk saling mengenal (ta’aruf) dan mengedepankan kasih sayang. Menghargai perbedaan adalah bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta. Dengan berpegang teguh pada nilai religi, setiap individu akan memiliki integritas dan kejujuran, yang juga menjadi ruh utama dalam pencegahan korupsi.

    Adat Budaya sebagai Penjaga Etika
    Sulawesi Barat dikenal dengan filosofi Malaqbi. Adat istiadat Mandar dan suku lainnya di Sulbar mengajarkan tata krama, siri’ (harga diri), dan rasa hormat kepada sesama. Budaya lokal adalah perekat yang membuat kita tetap santun meski berbeda pandangan.

    “Jangan sampai modernitas mencabut akar budaya kita yang luhur,” tambahnya.
    Undang-Undang sebagai Jaminan Ketertiban
    Sebagai warga negara, kepatuhan terhadap konstitusi dan peraturan perundang-undangan adalah wajib.
    Hukum hadir untuk memastikan hak-hak setiap warga terlindungi tanpa memandang golongan.

    Penegakan hukum yang bersih dari praktik korupsi adalah kunci kemakmuran bangsa.
    Di akhir nasehatnya, Ketua LP3KRI Sulbar mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda hingga pejabat publik, untuk menjadikan tiga pilar ini sebagai gaya hidup.

    “Jika kita mampu menyelaraskan ketaatan beragama, penghormatan pada adat, dan kepatuhan pada hukum negara, maka kedamaian akan tercipta. Inilah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.

    LP3KRI Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mengawal nilai-nilai ini melalui jalur pendidikan dan pemantauan, demi mewujudkan Sulawesi Barat yang bersih, beradab, dan berdaulat.

    LP3KRI Sulbar
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bendahara Bantah Tuduhan Korupsi Rp900 Juta, L-KONTAK Minta Kejari Periksa Seluruh Pihak

    April 11, 2026 News

    Kasat Samapta Polres Majene Hadiri Grand Launching SPPG Banua Sendana, Dorong Peningkatan Gizi Masyarakat

    April 11, 2026 News

    L-KONTAK Laporkan Dugaan Korupsi Revitalisasi SMPN 1 Ulusalu Luwu, Kerugian Rp900 Juta

    April 11, 2026 News
    PUBLIK UPDATE

    Gudang Solar Subsidi Ilegal di Desa Waetuo Diduga Beroperasi Lama, Belum Ada Tindakan Hukum

    April 3, 2026

    Masyarakat Desa Bonde Soroti dan Tolak Pembangunan SPPG: “Tanpa Izin dan Sosialisasi, Kami Khawatir”

    Maret 13, 2026

    Gulirkan Takbir, Dorong Bike Majene Ajak Bersepeda Tua Muda Majene! 

    Maret 15, 2026

    Cahaya Lebaran di Jantung Tutar: Ratusan Warga Suppungan Gelar Pawai Obor Meriah Sambut Idul Fitri

    Maret 20, 2026

    Silaturrahmi di Rappang Barat: Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Halal Bihalal

    Maret 23, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa Februari 17, 2026

    Pemerintah Desa Poda-Poda Tuntaskan Pembangunan Rabat Beton dan Gedung TK/PAUD dari Dana Desa 2025

    Februari 17, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Polewali Mandar , –  Pemerintah Desa Desa Poda-Poda berhasil menyelesaikan…

    Jalan yang Menjadi Doa Warga Tutar–Alu

    Februari 17, 2026

    Proyek Jembatan Gantung Desa Usa Bone Disorot, Kepala Desa Terancam Dipenjara

    Januari 7, 2026

    Desa Sabang Subik Siap Jadi Garda Terdepang Perangi TB

    Desember 26, 2025
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.