Polewali Mandar, 28 Juli 2026, Suasana Pasar Mapilli sore itu berbeda. Deretan lapak yang biasanya riuh tawar-menawar, berubah jadi ruang dialog. Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Barat, Jufri Mahmud, duduk berhadapan langsung dengan para pelaku UMKM untuk mendengar, mencatat, dan mencari solusi.
Didampingi Kepala Desa Mapilli Barat Darwis Kawandi, dan Ketua BPD Haeruddin, Jufri tidak datang dengan pidato seremonial. Ia datang membawa kuping dan komitmen.
Ini pasar kita.Kalau pasarnya maju, ekonomi warga ikut naik, ucap Jufri dihadapan puluhan pedagang yang memadati emperan pasar.
Di tengah pertemuan, Jufri membagikan ratusan kupon berhadiah sembako. Tak berhenti disitu, 15 pelaku UMKM terpilih juga menerima bantuan modal tunai sebesar Rp.500.000,- per orang.
Bantuan kecil, tapi bagi pedagang sayur, gorengan, dan kelontong di Mapilli, itu napas tambahan untuk memutar usaha.
Wajah – wajah lega terlihat saat nama mereka disebut. Tepuk tangan pecah, diselingi doa agar rezeki mereka dilancarkan.
Aspirasi Mengalir: Dari MCK sampai Modal Kelompok
Dialog berlangsung cair.Para pedagang tak sungkan menyampaikan keluh kesah yang selama ini mereka pendam.
Tiga usulan utama mengemuka, diantarnya ; Kebersihan pasar yang perlu dijaga agar pembeli nyaman. Ketersediaan sarana MCK yang layak bagi pedagang dan pengunjung. Bantuan modal usaha untuk kelompok UMKM agar usaha bisa naik kelas.
Jufri mencatat semua. Dengan nada tegas ia berjanji akan memfasilitasi pembentukan kelompok KUBE ke Bupati Polman. Ia juga berkomitmen mendorong perbaikan sarana prasarana pasar, terutama pembangunan MCK.
Senada, Kepala Desa Mapilli Barat Darwis Kawandi juga menyatakan akan mengupayakan pembangunan WC umum untuk warga pasar.
” Kami tidak bisa kerja sendiri. Aspirasi ini akan kami bawa ke pusat. Pasar yang bersih dan sehat adalah hak pedagang,” tegas Jufri.
Harapan Baru dari Ujung Pasar
Temu sapa ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi jembatan antara kebijakan di Senayan dengan denyut nadi ekonomi di Pasar Mapilli. Bagi para pelaku UMKM, kehadiran wakil rakyat yang mau turun, mendengar, dan membawa bantuan nyata memberi secercah harapan: bahwa suara kecil dari pasar, bisa didengar sampai ke meja pengambilan keputusan.(*Arja*)


