Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Jembatan Sejarah di Majene: Pertemuan Haru Dua Pejuang “Bunglon” dan Kompi 1 Sulemana, Wariskan Api Perjuangan untuk Gen Z
    News

    Jembatan Sejarah di Majene: Pertemuan Haru Dua Pejuang “Bunglon” dan Kompi 1 Sulemana, Wariskan Api Perjuangan untuk Gen Z

    April 14, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    PUBLIKNEWS.CO.ID, MAJENE, SULAWESI BARAT – Sebuah momen langka yang sarat emosi dan nilai sejarah terjadi di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene pada Selasa (14/04/2026). Dua sosok saksi hidup perjuangan kemerdekaan, Gandeng Bin Patarai (103) dan Camo’ing (90-an), bertemu kembali untuk merajut ingatan kolektif tentang perlawanan mengusir penjajah Belanda di tanah Mandar.

    Pertemuan ini bukan sekadar nostalgia keluarga, melainkan simbol kuatnya jembatan sejarah yang menghubungkan nilai-nilai pengorbanan masa lalu dengan tantangan bangsa di masa depan. Meskipun keduanya tidak mengejar tanda jasa formal, rekam jejak mereka di medan tempur menjadi bukti nyata dedikasi tanpa pamrih bagi kedaulatan NKRI.
    Taktik “Bunglon” dan Keberanian Kompi 1
    Gandeng Bin Patarai (Daeng pawuang), yang kini berusia melampaui satu abad, mengenang masa-masa bergerilya di kedalaman hutan benteng Adolang.

    Dengan gaya “Bunglon” yang legendaris—taktik kamuflase dan infiltrasi yang cerdik—beliau berjuang bersama tokoh-tokoh besar seperti Kapiten Pattimura, Puanna Isuddin, Ammana Iwewang, Ammana Pattola Wali, hingga Sauda. Keahliannya mengecoh lawan di medan yang sulit menjadi kunci keberhasilan operasi-operasi gerilya pada masanya.
    Di sisi lain, Camo’ing, veteran dari Pasukan Kompi 1 Sulemana, membawa cerita tentang keberanian militer yang taktis.

    Beliau mengisahkan bagaimana pasukannya melakukan penghadangan di jalur-jalur strategis yang dilewati tentara Belanda. Strategi “cegah jalan” ini tidak hanya melumpuhkan pergerakan lawan, tetapi juga berhasil merebut senjata musuh untuk memperkuat persenjataan pejuang lokal yang kala itu sangat terbatas.

    Ikatan Darah dan Semangat Perjuangan
    Selain ikatan seperjuangan, keduanya ternyata memiliki hubungan kekerabatan yang erat. Camo’ing merupakan menantu dari tokoh pejuang Aco Pocer Daenna Maniara, sementara Gandeng adalah keponakan sepupu dari tokoh yang sama.

    Pertemuan yang berlangsung di Tadzuang ini diwarnai isak tangis haru saat keduanya saling bertukar cerita tentang kawan-kawan seperjuangan yang telah gugur.

    Pesan untuk Generasi Z
    Pertemuan ini mengirimkan pesan kuat bagi Generasi Z (Gen Z). Di tengah gempuran era digital, semangat pantang menyerah dan kemampuan adaptasi (seperti gaya “Bunglon” Gandeng) serta ketegasan sikap (seperti taktik Kompi 1 Camo’ing) adalah relevansi yang harus diambil oleh pemuda masa kini.

    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Melihat beliau berdua, kita belajar bahwa kontribusi untuk negara tidak selalu tentang pengakuan atau tanda jasa, tapi tentang apa yang bisa kita berikan saat negara membutuhkan,” ujar salah satu perwakilan keluarga di lokasi.

    Momen bersejarah di Pamboang ini diharapkan mampu memicu semangat patriotisme baru bagi generasi muda di Sulawesi Barat dan Indonesia pada umumnya untuk terus berkontribusi mengisi kemerdekaan dengan karya dan inovasi.

    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    PLT Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Dapat Dukungan Penuh, LBH MRI Siap Mengawal Program

    April 20, 2026 News

    Lapak Raya dan Harapan Baru: Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN di Desa Nepo”

    April 18, 2026 Info Desa

    Bukan Sekadar Genangan, Banjir Lutut di SDN 17 Camba Butuh Penanganan Cepat

    April 16, 2026 News
    PUBLIK UPDATE

    Gudang Solar Subsidi Ilegal di Desa Waetuo Diduga Beroperasi Lama, Belum Ada Tindakan Hukum

    April 3, 2026

    Menanti Negara Hadir di Suppungan: Potret Pilu Pasien Nuru yang Ditandu Warga

    April 14, 2026

    Silaturrahmi di Rappang Barat: Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Halal Bihalal

    Maret 23, 2026

    Tingkatkan Mutu Layanan, Dinkes dan DPRD Majene Kawal Monev Kinerja RSUD di Pantai Barane

    Maret 29, 2026

    Sinergi di Tepi Pantai: RSUD Majene Gelar Monev Triwulan I dalam Balutan Halal Bihalal

    Maret 29, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa April 18, 2026

    Lapak Raya dan Harapan Baru: Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN di Desa Nepo”

    April 18, 2026 Info Desa

    Wajo,- Di bawah langit pagi yang masih menyisakan embun, denyut kehidupan Desa Nepo perlahan menemukan…

    Pemerintah Desa Poda-Poda Tuntaskan Pembangunan Rabat Beton dan Gedung TK/PAUD dari Dana Desa 2025

    Februari 17, 2026

    Jalan yang Menjadi Doa Warga Tutar–Alu

    Februari 17, 2026

    Proyek Jembatan Gantung Desa Usa Bone Disorot, Kepala Desa Terancam Dipenjara

    Januari 7, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.