Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • OPINI
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » SULTENG KAYA TAMBANG, RAKYAT JANGAN CUMA JADI PENONTON
    OPINI

    SULTENG KAYA TAMBANG, RAKYAT JANGAN CUMA JADI PENONTON

    September 8, 2026
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah. Kekayaan alam harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan.
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    EDITORIAL PUBLIK NEWS

    Sulawesi Tengah kaya tambang. Tetapi kekayaan itu tidak boleh berhenti menjadi kebanggaan di atas kertas, sementara rakyat masih bertanya: apa yang benar-benar berubah dalam kehidupan kami?

    Pemerintah terlalu mudah menyebut investasi sebagai keberhasilan. Angka produksi diumumkan, nilai investasi dibanggakan, pertumbuhan ekonomi dipamerkan. Tetapi pembangunan tidak cukup diukur dari berapa banyak yang masuk ke daerah.

    Pembangunan harus diukur dari berapa banyak rakyat yang benar-benar naik kelas.

    Kalau masyarakat sekitar tambang masih kesulitan memperoleh pekerjaan layak, usaha kecil belum berkembang, fasilitas dasar belum memadai, dan persoalan lingkungan terus menjadi keluhan, maka pemerintah tidak boleh buru-buru mengklaim pembangunan telah berhasil.

    Rakyat bukan sekadar penonton ketika alat berat bergerak. Mereka harus menjadi pelaku, penerima manfaat, dan pihak yang dilindungi.

    Di sinilah kebijakan pemerintah harus diuji.

    Apakah investasi benar-benar membuka jalan bagi rakyat lokal, atau justru membuat mereka hanya menyaksikan kekayaan daerahnya sendiri dibawa pergi?

    Pemerintah juga tidak boleh hanya hadir ketika perusahaan datang membawa kabar investasi. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan kepastian, ketika lingkungan harus dijaga, dan ketika kewajiban perusahaan perlu diawasi.

    Jangan sampai rakyat diminta memahami kepentingan pembangunan, tetapi pemerintah tidak cukup serius menjelaskan bagaimana manfaat pembangunan itu dibagikan.

    Sulteng tidak membutuhkan pembangunan yang hanya terlihat besar. Sulteng membutuhkan pembangunan yang terasa adil.

    Karena itu, pemerintah daerah harus berani membuka data, memperkuat pengawasan, memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat lokal, dan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai ukuran utama keberhasilan investasi.

    Kekayaan alam adalah amanah. Bukan sekadar komoditas.

    Sulteng boleh menjadi daerah penghasil tambang. Tetapi rakyat Sulteng tidak boleh selamanya menjadi penonton.

    — PUBLIK NEWS

    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Di Balik Hijau Sawit Pasangkayu: Ketika Janji Kesejahteraan Tersandung Sengketa Lahan

    September 6, 2026 OPINI

    Kemarau Membara, Listrik Padam, Sumur Kering: Sulawesi di Lingkaran Krisis Iklim

    September 3, 2026 OPINI

    MEDIA LOKAL BUKAN MUSUH PEMERINTAH

    September 3, 2026 OPINI
    PUBLIK UPDATE

    Dugaan Penyimpangan Dana Sekolah SMAN 14 Wajo

    Agustus 14, 2026

    SD Inpres 5 Birobuli Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bangun Karakter Siswa Teladani Rasulullah

    September 5, 2026

    Seorang Wartawan Ditemukan Meninggal Dikamar Kos di Pasangkayu, Polisi Datangi TKP

    September 6, 2026

    Polda Sulbar Tahap II Tersangka Manajer Palma Sumber Lestari ke Kejari Pasangkayu

    Agustus 12, 2026

    Ismi Ulfaida, Wakili Sulbar di Paskibraka Nasional HUT ke-81 RI 

    Agustus 18, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa September 1, 2026

    Galung Tuluk, Tradisi Maulid yang Tak Pernah Padam

    September 1, 2026 Info Desa

    Catatan : Abdul Rajab Abduh Derap kaki kuda memecah suasana sore di Desa Galung Tuluk,…

    Pemdes Bonne – Bonne Realisasikan Pembangunan Talud di Dusun Pullipe 

    Juli 31, 2026

    Ratusan Hektar Sawah Kekeringan di Polman, Bupati Siap Tangani

    Juli 30, 2026

    Transparansi Dana Desa: Fondasi Kepercayaan dan Kemajuan Desa

    Juli 13, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.