Sambaliwali, 3 Mei 2026 — Di bawah langit desa yang dipenuhi semangat dan harapan, lapangan voli Sambaliwali menjelma menjadi panggung persaudaraan, kompetisi, dan kebanggaan masyarakat Polewali Mandar. Open Turnamen Voli Sambaliwali Cup I resmi dibuka dengan khidmat oleh Camat Luyo, Darmawati, yang hadir mewakili Ketua PBVSI Polewali Mandar.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dunia olahraga dan pemerintahan, di antaranya Pengurus PBVSI Sulawesi Barat, Rusli Ishak dan Yakub, serta Kepala Desa Sambaliwali, Hernawati, sosok penggagas utama lahirnya turnamen bergengsi ini.
Ajang perdana ini menghadirkan magnet besar bagi pecinta olahraga voli. Sebanyak 29 tim putra dan 23 tim putri dari berbagai penjuru Polewali Mandar turut ambil bagian, dengan kekuatan yang semakin kompetitif karena diperkuat para pemain berprestasi dari Sulawesi Barat hingga luar daerah.
Dalam sambutannya, Hernawati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan perhelatan bersejarah tersebut.
“Turnamen ini bukan semata soal kemenangan dan prestasi, tetapi lebih dari itu, menjadi ruang silaturrahmi yang mempertemukan kita dalam semangat persaudaraan. Melalui Sambaliwali Cup I, kita ingin saling mengenal lebih dekat, mempererat hubungan, dan membangun kebersamaan,” tuturnya penuh harap.
Turnamen yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini diharapkan menjadi pesta olahraga rakyat yang sukses dan membanggakan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Rusli Ishak, Kabid Perwasitan Sulbar, yang menilai Sambaliwali Cup I sebagai terobosan besar dalam perkembangan bola voli daerah.
“Ini adalah turnamen pertama di Sulawesi Barat yang menerapkan sistem pertandingan berdasarkan aturan terbaru PBVSI tahun 2026. Sebuah langkah maju yang patut diapresiasi, dan kami berharap dari sini lahir atlet-atlet potensial menuju Porprov mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Luyo, Darmawati, menegaskan bahwa turnamen ini harus menjadi simbol kebersamaan dan sportivitas.
Ia menitipkan pesan kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat agar menjaga semangat persaudaraan, menjunjung tinggi fair play, serta menjadikan Sambaliwali Cup I sebagai momentum memperkuat harmoni sosial.
Puncak seremoni pun tiba ketika Darmawati melakukan servis bola pertama, sebuah simbol dimulainya pertarungan sportif yang akan mewarnai Sambaliwali selama sebulan ke depan.
Sejak bola pertama melayang, bukan sekadar pertandingan yang dimulai, melainkan sebuah sejarah baru olahraga desa yang menyalakan asa, membangun solidaritas, dan menghidupkan semangat juang generasi muda Sulawesi Barat. Sambaliwali Cup I kini resmi bergulir menjadi lebih dari sekadar turnamen, tetapi juga perayaan persatuan dalam balutan olahraga.(arja)




