PUBLIKNEWS, MAJENE – Semangat gotong royong atau yang dikenal dengan kearifan lokal Sibaliparriq kembali membara di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Pada Jumat (10/04/2026), pemerintah kelurahan bersama lintas sektor menggelar bakti sosial (baksos) besar-besaran sebagai wujud nyata inovasi kolaborasi membangun daerah.
Roh Perjuangan Leluhur dan Visi Daerah
Lurah Rangas, Muslim, S.Ip, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembersihan lingkungan, melainkan upaya mengembalikan jati diri bangsa.
Warisan Leluhur: Gotong royong adalah roh perjuangan leluhur yang harus dijaga.
Sinergi Visi-Misi: Kegiatan ini sejalan dengan visi “Majene Mapaccing” yang diusung Bupati Majene Dr. Andi Syukri Tammalele, SE., MM. dan Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharu, M.Pd.
Target: Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Kolaborasi Lintas Sektor
Gebrakan ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah, di antaranya:
Pemerintah Daerah: Berbagai OPD dan UPTD terkait.
Kesehatan: Puskesmas Totoli.
Keamanan: Personel TNI dan POLRI.
Masyarakat: Penerima manfaat bansos (PKH, BLT, dan Kesra) se-Kelurahan Rangas.
Apresiasi dari TNI Angkatan Laut
Dukungan penuh datang dari TNI Angkatan Laut melalui Babinpotmar, Nur Husain. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemerintah Kelurahan Rangas.
“Kami sangat mendukung langkah Lurah Rangas dalam menghidupkan kembali jiwa gotong royong. TNI AL siap mengawal dan mensupport penuh setiap kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat Majene,” ujar Nur Husain.
Dampak dan Harapan
Kegiatan yang berlangsung di sepanjang wilayah Kelurahan Rangas ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah lain untuk terus melestarikan budaya kolaborasi. Dengan bersatunya pemerintah, aparat, dan penerima manfaat bantuan sosial, cita-cita mewujudkan Majene yang bersih (Mapaccing) bukan lagi sekadar slogan, melainkan kenyataan.

