Faktadelik.com, Luwu – Melalui momentum Pemilihan Ketua/Wakil Ketua OSIS (PILKETOS) tingkat SMA, SMK serentak se Sulsel, KPU Kabupaten Luwu melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih di kalangan siswa atau dengan kata lain, mengedukasi siswa sejak dini tentang demokrasi.
Mengapa pendidikan demokrasi penting, karena demokrasi bukanlah sistem yang berjalan otomatis. Demokrasi membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh warga negara.
Pendidikan tentang demokrasi merupakan aspek penting yang harus ditanam sejak dini agar dapat membentuk generasi yang sadar akan hak dan kewajibannya.
Dalam kegiatan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Ketua/Wakil OSIS yang dilaksanakan di Aula SMK Negeri 2 Luwu, Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Adam Syah dalam sambutannya menyampaikan bahwa demokrasi adalah upaya melibatkan masyarakat dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah melalui penyampaian pendapat, berperan serta dalam proses pengambilan kebijakan dan menyampaikan kritikan berupa masukan.
Mengajarkan pendidikan demokrasi sejak dini membantu membentuk nilai-nilai demokratis dalam diri anak-anak. Dengan memahami prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan, kesetaraan, dan keadilan, anak-anak dapat tumbuh menjadi warga negara yang memiliki pemahaman yang kuat tentang hak-hak dan tanggung jawab mereka dalam masyarakat.
Pendidikan demokrasi melibatkan pembelajaran keterampilan sosial yang penting, seperti kerjasama, komunikasi efektif, dan partisipasi aktif dalam keputusan kelompok. Anak-anak yang terlibat dalam proses demokratis di sekolah dapat mengembangkan keterampilan ini sejak dini, yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan di masa depan.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Luwu, Suherman menjelaskan tujuan mengedukasi demokrasi sejak dini ini untuk meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi agar dapat membangun keterampilan berpikir kritis, analitis, dan berargumentasi di kalangan siswa.
Pendidikan demokrasi bukan sekadar materi pelajaran yang dihafalkan, melainkan proses pembentukan karakter dan kesadaran warga negara yang bertanggung jawab.
Menanamkan pemahaman tentang demokrasi sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya akan menjadi pilar utama dalam menjaga dan memperkuat sendi-sendi demokrasi.
Dengan memperkenalkan konsep demokrasi sejak dini, anak-anak dapat meningkatkan kesadaran politik mereka. Mereka akan belajar tentang struktur pemerintahan, proses politik, dan pentingnya partisipasi dalam pengambilan keputusan. Ini membantu menciptakan warga negara yang lebih terinformasi dan terlibat secara politik di kemudian hari.
Melalui PILKETOS SMA, SMK serentak ini, siswa diajarkan untuk menghormati hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, serta nilai-nilai demokratis lainnya. Proses pembelajaran juga melibatkan diskusi terbuka, debat, dan simulasi situasi demokratis untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang berbasis pada nilai-nilai demokrasi.
Demokrasi mendorong keterbukaan dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Anak-anak yang diberi pemahaman ini sejak dini akan menuntut transparansi dari pemimpin mereka. Mereka akan belajar bahwa mereka memiliki hak untuk menanyakan pertanggungjawaban dari pemimpin mereka dan mengkritik kebijakan yang dianggap tidak adil atau tidak efektif.
Mengenali demokrasi sejak dini adalah investasi dalam masa depan yang demokratis dan berkeadilan. Anak-anak adalah pilar-pilar utama dari masyarakat. Dengan memberikan mereka pengetahuan dan pemahaman yang kuat tentang demokrasi, kita tidak hanya membentuk generasi yang berpengetahuan luas, tetapi juga mendirikan dasar bagi masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat secara keseluruhan untuk bekerja sama dalam memberikan pendidikan demokrasi yang kokoh kepada anak-anak, sehingga mereka dapat memimpin dunia dengan bijak di masa depan.
Sekedar diketahui bahwa saat ini tahapan PILKETOS SMA, SMK serentak sudah memasuki tahapan Kampanye pasangan calon yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu melalui tahapan penetapan pasangan calon. (*)

