Close Menu
Publik NewsPublik News
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Publik NewsPublik News
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Info Desa
    • Pemerintah
    • Politik
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    Beranda » Blog » Kopdes Merah Putih, Strategi Pemerataan Ekonomi dari Desa untuk Wujudkan Kemerdekaan Sejati
    News

    Kopdes Merah Putih, Strategi Pemerataan Ekonomi dari Desa untuk Wujudkan Kemerdekaan Sejati

    Juli 22, 2025
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Share
    Facebook WhatsApp Twitter Email

    Publiknews.co.id, Klaten — Peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bukan sekadar seremoni pembangunan. Ini adalah lompatan strategis menuju pemerataan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus bagian konkret dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam merealisasikan Asta Cita — terutama dalam membangun dari desa, memberantas kemiskinan, dan memperluas akses kesejahteraan.

    Presiden Prabowo, dalam peresmian yang digelar di Desa Bentengan, Wonosari, Klaten, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya tercermin dari lambang negara, tetapi dari kemampuan rakyat menjalani hidup yang sejahtera dan mandiri.

    “Koperasi adalah bentuk perjuangan bersama. Lewat Kopdes Merah Putih, kita dorong rakyat desa menjadi pelaku utama ekonomi bangsa,” tegas Presiden, dalam peluncuran Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih, Senin (21/7/2025).

    Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal, menyebut bahwa program ini merupakan perwujudan nyata dari konsep development as freedom ala Amartya Sen, di mana pembangunan bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi tentang menghapus batasan struktural seperti kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakberdayaan.

    “Pembangunan sejati terjadi saat warga desa punya ruang dan alat untuk menentukan nasib ekonominya sendiri. Inilah ekonomi yang inklusif, ekonomi yang merdeka,” ujar Fithra.

    Kopdes Merah Putih mengedepankan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up), dengan menempatkan masyarakat desa sebagai aktor utama dalam rantai produksi, distribusi, dan konsumsi.

    Program ini juga menyasar langsung masalah klasik yang dihadapi petani dan nelayan: nilai tukar rendah akibat keterbatasan infrastruktur pasca-panen. Melalui penyediaan gudang penyimpanan, cold storage, dan logistik koperasi, hasil panen atau tangkapan tidak perlu dijual segera dengan harga murah, tetapi bisa dikelola dan dipasarkan lebih strategis.

    “Koperasi ini juga memotong rantai tengkulak, meningkatkan efisiensi dan nilai tambah di tingkat petani dan nelayan,” jelas Fithra.

    Lebih dari sekadar kendaraan ekonomi, Kopdes Merah Putih juga menjadi generator lapangan kerja desa. Jika tiap koperasi dikelola oleh enam orang, maka 80.081 koperasi berarti menciptakan 480.000 pekerjaan langsung, belum termasuk dampak turunannya bagi UMKM, logistik, dan sektor pendukung lainnya.

    “Anak-anak muda tak harus merantau ke kota. Mereka bisa membangun desa mereka sendiri dengan inovasi dan usaha yang berakar dari koperasi,” tambah Fithra.

    Kopdes Merah Putih tidak sekadar menghadirkan layanan keuangan mikro di pedesaan. Ia adalah simbol kemerdekaan ekonomi — ketika rakyat punya akses terhadap sumber daya, informasi, pasar, dan kebijakan, serta dapat mengambil keputusan ekonomi sendiri secara berdaulat.

    Dalam konteks global yang semakin menantang, langkah Indonesia memperkuat ekonomi desa menjadi krusial. Dan dalam visi Presiden Prabowo, koperasi adalah alat perjuangan modern menuju Indonesia yang adil, makmur, dan benar-benar merdeka.

    Kopdes Merah Putih
    Share. Facebook WhatsApp Telegram Email Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Hari Kelautan Nasional 2026: Menjaga Laut Berarti Menjaga Masa Depan Indonesia

    Juli 2, 2026 Nasional

    Harga LPG 3 Kg Masih Membebani Masyarakat, Pengawasan Distribusi Harus Diperkuat

    Juli 2, 2026 Nasional

    Musin Kemarau Meluas Meluas, Warga di Himbau Hemat Air dan Waspadai Kebakaran Lahan

    Juli 2, 2026 Nasional
    PUBLIK UPDATE

    Ada Perbedaan Cara Hitung Skor, LSM Lemkira Minta Disdik Sulsel Awasi Proses SPMB

    Juni 27, 2026

    Lewat Aplikasi Lontara+, Pendaftaran SPMB SMPN 6 Makassar Berjalan Lancar dan Transparan

    Juni 26, 2026

    Harga LPG 3 Kg: Ketika Subsidi Belum Sepenuhnya Dinikmati Masyarakat

    Juni 28, 2026

    Pendaftaran SPMB 2026 di SMPN 2 Makassar Berjalan Lancar, Kendala Data Diperbaiki

    Juni 25, 2026

    Datangi Kantor Disdik, Ratusan Orangtua Minta Solusi atas Permasalahan Pendaftaran SPMB 2026

    Juni 22, 2026
    INFO DESA
    Info Desa
    Info Desa Mei 3, 2026

    Turnamen Voli Sambaliwali Cup I Resmi Digelar, Menyatukan Prestasi dan Persaudaraan

    Mei 3, 2026 Info Desa

    Sambaliwali, 3 Mei 2026 — Di bawah langit desa yang dipenuhi semangat dan harapan, lapangan…

    Lapak Raya dan Harapan Baru: Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN di Desa Nepo”

    April 18, 2026

    Pemerintah Desa Poda-Poda Tuntaskan Pembangunan Rabat Beton dan Gedung TK/PAUD dari Dana Desa 2025

    Februari 17, 2026

    Jalan yang Menjadi Doa Warga Tutar–Alu

    Februari 17, 2026
    PUBLIK POPULAR
    PENERBIT : PT PUBLIK PERSADA MEDIA GROUP
    Logo Publik News
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • Publik News
    © 2026 PUBLIK NEWS by GUZTY.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.