PUBLIKNEWS.CO.ID, Sulsel – Keterlambatan pencairan Dana Desa Tahap II di sejumlah desa di Kabupaten Luwu mulai menimbulkan keresahan. Pasalnya, hingga hari ini berbagai penerima hak yang dibiayai melalui pos pemberdayaan Dana Desa belum menerima pembayaran atas tugas dan peran mereka. Situasi ini bahkan memicu rencana aksi demonstrasi oleh para penerima manfaat apabila dana tersebut tak kunjung dicairkan.(28/11)
Dana Desa, yang di dalamnya terdapat alokasi 45% untuk sektor pemberdayaan, mencakup pembayaran bagi banyak unsur penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat desa. Penerima hak yang terdampak keterlambatan pembayaran tersebut antara lain:
Majelis Ta’lim, Kader keagamaan, Imam, bilal, khatib, guru ngaji, dan guru minggu, Linmas dan Ketua RT, Bidan desa, Pengadaan ATK dan kebutuhan administrasi desa.
Hingga hari ini, keseluruhan kelompok tersebut belum menerima hak mereka. Kondisi ini membuat aktivitas pelayanan keagamaan, sosial, keamanan lingkungan, serta kesehatan masyarakat di desa menjadi terhambat.
Beberapa masyarakat di salasatu desa di luwu yang belum cair dana desannya menyampaikan bahwa mereka selama ini tetap menjalankan tugas, namun tanpa kepastian pembayaran. Mereka menilai pemerintah desa telah kehabisan alasan mengingat dana tersebut seharusnya masuk pada tahap sebelumnya.
Jika tidak ada kepastian dalam waktu dekat, mereka mengancam akan turun melakukan aksi demonstrasi ke kantor desa untuk menuntut hak mereka.
“Kami bekerja, mengabdi, Namun Hingga hari ini tidak dibayarkan. Jika tidak ada kabar dalam dekat ini kami akan demo,” ujar salah satu penerima hak yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat mendesak pemerintah desa memberikan penjelasan secara terbuka mengenai alasan keterlambatan pencairan Dana Desa Tahap II.
Masyarakat berharap pemerintah kabupaten maupun pihak terkait segera mempercepat penyaluran Dana Desa Tahap II, sehingga semua penerima manfaat dapat memperoleh hak mereka tanpa harus melakukan aksi demonstrasi.
“Kami tidak minta lebih, kami hanya menuntut hak kami. Dana itu sudah diprogramkan. Tolong segera dicairkan,” kata perwakilan kelompok masyarakat. (Tim/Redaksi)

