PUBLIKNEWS.CO.ID, MAJENE – Ditengah lesuhnya gerakan di Kab. Majene LPKP hadir membawa sebuah solusi. Sebagai Kota Pendidikan dan Pelajar Majene tentu diharapkan melahirkan solusi kongrit dengan slogan kota pendidikan tersebut.
Menciptakan perekrutan yang dinamis dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman solusi yang diberikan Lembaga Pemerhati Kebijakan dan Pembangunan (LPKP) Majene ditengah lesuhnya gerakan aktivisme di Kab. Majene.
Perekrutan atau perkaderan sebuah lembaga atau organisasi yang hari ini dilihat sangat monoton dan tak memiliki gairah LPKP mengemasnya dalam bentuk yang dinamis dan fleksibel.
Ketua panitia Open Recruitment Lembaga Pemerhati Kebijakan dan Pembangunan (LPKP) Majene, Nursalam menilai perekrutan atau perkaderan hari ini mengalami yang namanya disorientasi atau kebingungan dalam gerakan di tengah pragmatisme yang membelenggu dunia gerakan hari ini membuat para aktor – aktor didalamnya terlena sesaat dan merusak sendi – sendi pergerakan.
Dalam wawancaranya dengan media online Nursalam menyampaikan “Buat apa baca buku kalau hanya untuk mengibuli kata Widji Tukul, kalau kata saya buat apa dikader di organisasi kalau hanya bersekutu dengan rezim.”
Muitai. Terangnya dalam candaannya.
Sosok ceria dan penuh semangat canda tawa ini ketua panitia Nursalam berharap agar tidak ada lagi lembaga atau organisasi yang berteriak atas nama rakyat membela atas nama rakyat akan tetapi membodohi dan memanfaatkan rakyat dengan tujuan pragmatisnya.
LPKP hadir sebagai pembeda dan pewarna baru bagi dunia gerakan yang hari ini masih mengalami kevakuman dan dilema dengan pola dan arah gerak berjuangnya.

