Catatan : Abdul Rajab Abduh
Polewali Mandar,24 Agustus 2025,- Pagi itu, denyut Pasar Tinambung berubah menjadi aliran semangat merah putih. Para penjual yang akrab disebut Pappasar tidak hanya sibuk menata dagangan, tetapi juga menata langkah dalam sebuah perayaan sederhana nan penuh makna: jalan santai kemerdekaan.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah pasar rakyat ini, pemilik toko, penghuni los, hingga penjual di lapak-lapak kecil, keluar bersama keluarga mereka, menyusuri rute jalan santai yang dibuka langsung oleh Camat Tinambung, Nazriah Idroes, didampingi Kepala Pasar, Baktiar. Suasana riang menyebar. Tawa anak-anak berpadu dengan canda orang dewasa, seakan menandai bahwa semangat berdagang juga bisa bersatu dengan semangat berbangsa.

Malam harinya, denyut pasar yang biasanya dipenuhi tawar-menawar harga, berganti menjadi pesta rakyat. Lampu-lampu berpendar, musik rakyat mengalun, dan senyum-senyum sederhana mekar di wajah para pedagang serta keluarga mereka. Pasar, yang sehari-hari menjadi ruang ekonomi, malam itu menjelma menjadi ruang kebersamaan. Tidak hanya para pappasar yang meramaikan malam penuh kebersamaan itu. Dideretan kursi tamu yang disiapkan, nampak sejumlah tokoh masyarakat yang hadir, termasuk salah seorang anggota DPRD Polman, Amir, dan mantan anggota DPRD, Busman M.Yunus.
Camat Tinambung, Nazriah Idroes, menyambut baik kegiatan ini. Dengan bangga ia menyampaikan bahwa inisiatif para pedagang adalah wujud nyata persatuan di tengah denyut ekonomi rakyat.
“Saya merasa bangga melihat para pedagang kita, para Pappasar, yang biasanya sibuk dengan jual beli, kini bersatu merayakan kemerdekaan. Ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga pusat kebersamaan dan persaudaraan,” ungkapnya.

Pasar Tinambung sendiri menyimpan sejarah perjalanan pembangunan. Tahun 2012, pemerintah Sulawesi Barat mulai menata denyutnya dengan membangun 34 los. Kemudian pembangunannya kian ditingkatkan oleh Pemda Polewali Mandar, hingga pada 7 Maret 2020, pasar ini diresmikan pemanfaatannya oleh Wakil Bupati Polewali Mandar, HM.Natsir Rahmat, sebagai pusat perekonomian rakyat. Kini, di usianya yang kian matang, Pasar Tinambung tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang tumbuhnya kebersamaan dan cinta tanah air.
Di tengah riuhnya peringatan HUT RI ke-80, para Pappasar seolah berkata dengan langkah kaki mereka: bahwa pasar bukan hanya soal untung dan rugi, tetapi juga tentang merayakan hidup, menyulam persaudaraan, dan menjaga api kemerdekaan tetap menyala di hati rakyat kecil.(**)

