PUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Di tengah hiruk-pikuk efisiensi anggaran dan tantangan ekonomi menjelang Lebaran, sebuah aksi nyata kepedulian ditunjukkan oleh H. Yahya, perwakilan Biro Media Cetak dan Online Majalah Kosong Satu. Ia memutuskan untuk turun tangan langsung membantu rekan-rekan seprofesinya sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Langkah ini diambil H. Yahya berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadinya yang pernah merasakan sulitnya berada di titik terendah. Ia menyayangkan minimnya kepedulian sosial dari berbagai pihak, termasuk oknum pejabat yang selama ini menjadi mitra kerja dan sering diberitakan kegiatannya.
“Saya pernah berada di posisi mereka, di mana kita sangat membutuhkan uluran tangan sahabat dan mitra kerja, namun seringkali nihil. Terlebih di bulan Ramadan ini, saat kebutuhan meningkat namun akses kesejahteraan seolah dimonopoli pihak-pihak tertentu,” ujar H. Yahya.
Berikut adalah beberapa poin utama yang melatarbelakangi aksi kepedulian ini:
Tanggung Jawab Spiritual: Niat tulus menyisihkan rezeki sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.
Empati Profesi: Merasakan langsung beban rekan jurnalis yang tetap bekerja ikhlas di tengah keterbatasan.
Kritik Sosial: Menyoroti kurangnya kepekaan pejabat dan mitra kerja terhadap kesejahteraan wartawan di lapangan.
Melawan Monopoli: Menyuarakan keprihatinan atas adanya oknum yang hanya memikirkan diri sendiri dalam pengelolaan anggaran media.
Aksi H. Yahya ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak lain, terutama para pemangku kebijakan, untuk lebih peduli terhadap nasib para jurnalis yang menjadi garda terdepan informasi. Ia menegaskan bahwa hubungan kemitraan seharusnya tidak hanya soal pemberitaan, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan dan kebersamaan.

