PUBLIKNEWS, MAJENE – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan tinjauan langsung terhadap tindak lanjut aksi tuntutan terkait kendala pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Majene, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan pemantauan tersebut, PMII mengonfirmasi bahwa Pemerintah Daerah dan Disdukcapil Majene telah merespons cepat keluhan mahasiswa. Langkah perbaikan alat operasional telah dilakukan demi memulihkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Aktivis PMII, Andika, menyampaikan apresiasinya atas langkah nyata yang diambil oleh pemerintah daerah. Ia menyebut upaya perbaikan alat tersebut sebagai bentuk tanggung jawab konkret terhadap kebutuhan warga.
“Kami berterima kasih kepada pihak Capil serta Pemerintah Daerah Kabupaten Majene. Apa yang menjadi tuntutan aksi kemarin telah diupayakan dengan keras, terutama perbaikan alat agar pelayanan kembali normal,” ujar Andika melalui pesan WhatsApp.
Selain memberikan apresiasi, Andika mewakili rekan-rekan aktivis PMII juga menyampaikan permohonan maaf atas dinamika yang terjadi selama aksi demonstrasi berlangsung.
“Kami meminta maaf jika saat aksi terdapat kata-kata yang kurang pantas. Sebagai mahasiswa, kami hanya manusia biasa yang terkadang terpancing emosi. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas sikap yang terlalu vokal,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Majene menyambut baik masukan mahasiswa dan menekankan pentingnya menjaga nilai budaya Mandar dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa tetap menjaga adab dan budaya kita sebagai orang Mandar saat beraksi. Namun, kami juga berterima kasih atas masukannya, karena kritik adalah bagian penting bagi kami untuk berbenah,” ungkap Kepala Dinas.
Ia menambahkan bahwa pihak dinas akan terus terbuka terhadap pengawasan masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan ke depannya.

