PUBLIKNEWS, MAJENE – Puluhan jurnalis yang tergabung dari berbagai media dan organisasi media di Kabupaten Majene mendatangi Rumah Jabatan Bupati, Dr. H. Andi Syukri Tammalele, S.E., M.M., Sabtu (14/03/2026) .
Kedatangan gabungan jurnalis ini bertujuan mengadukan adanya dugaan oknum media yang secara diam-diam mencairkan anggaran publikasi dan mengklaim memiliki anggaran ratusan juta rupiah di Dinas Kominfo Majene secara pribadi/kelompok.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Majene, Andi Syukri Tammalele, langsung bereaksi tegas. Beliau menegaskan bahwa anggaran publikasi di Dinas Kominfo adalah milik media secara umum, bukan milik pribadi atau sekelompok orang tertentu.
“Diskominfo itu anggaran media, milik negara untuk dipublikasikan. Bukan milik pribadi atau sekelompok orang. Apalagi di tengah kondisi daerah kita seperti ini, jangan ada yang dibeda-bedakan. Kasih semua yang layak dan bekerja profesional sesuai profesi masing-masing,” tegas Andi Syukri di depan perwakilan jurnalis.
Bupati yang akrab disapa AST ini juga menambahkan akan segera memanggil pihak terkait untuk menindaklanjuti temuan lapangan tersebut.
“Saya akan berkoordinasi dengan Kadis Kominfo dan Kabag Anggaran agar ke depan seluruh media di Majene diberdayakan secara adil. Pemberdayaan ini harus merata, termasuk yang ada di OPD-OPD lain di wilayah Majene secara umum,” tambahnya.
Kedatangan gabungan jurnalis ini menjadi puncak keresahan atas adanya oknum yang diduga melakukan monopoli anggaran, yang dinilai menyumbat transparansi informasi bagi media lain yang aktif bekerja di lapangan.
Para jurnalis berharap dengan adanya respon cepat Bupati Majene, pengelolaan anggaran publikasi ke depannya lebih transparan, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh jurnalis yang bertugas di Majene.

