PUBLIKNEWS, POLEWALI MANDAR – Suasana malam takbiran di Desa Ratte, Kecamatan Tutar, mendadak benderang. Ratusan obor bambu menyala membelah kegelapan malam saat Himpunan Pelajar Suppungan menggelar pawai obor tradisional untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan yang sarat akan nilai budaya ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh para Sesepuh Adat Bulo-Bulo. Kehadiran tokoh adat ini menjadi simbol restu dan sinergi antara semangat jiwa muda para pelajar dengan kearifan lokal yang dijaga turun-temurun di wilayah pegunungan Polewali Mandar tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme luar biasa. Tak hanya para pelajar, pawai ini diikuti oleh lintas generasi; mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak yang tampak riang membawa obor sambil mengumandangkan takbir. Langkah kaki mereka menyusuri jalanan desa menciptakan pemandangan epik “sungai api” yang memukau.
Ketua Himpunan Pelajar Suppungan, Andika, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga tradisi leluhur agar tidak tergerus zaman.
“Pawai obor ini adalah wujud syukur kami. Bersama puluhan rekan-rekan pelajar dan dukungan para orang tua serta sesepuh adat, kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan di hari yang fitri ini,” ujar Andika di sela-sela kegiatan.
Di akhir prosesi pawai, Andika mewakili seluruh anggota Himpunan Pelajar Suppungan menyampaikan pesan damai kepada seluruh masyarakat.
“Kami segenap Himpunan Pelajar Suppungan mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf.
Semoga momentum ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Desa Ratte,” tutupnya.
Pawai obor ini berjalan dengan khidmat dan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi warga Kecamatan Tutar sebagai penutup bulan suci Ramadan yang penuh warna.

