<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pimpong Arsip - Publik News</title>
	<atom:link href="https://www.publiknews.co.id/tag/pimpong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.publiknews.co.id/tag/pimpong/</link>
	<description>Media Publik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2026 11:47:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2025/05/cropped-LOGO-PAV-PUBLIK-NEWS-32x32.png</url>
	<title>#pimpong Arsip - Publik News</title>
	<link>https://www.publiknews.co.id/tag/pimpong/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka </title>
		<link>https://www.publiknews.co.id/persahabatan-tumbuh-di-meja-pingpong-yasaka/</link>
					<comments>https://www.publiknews.co.id/persahabatan-tumbuh-di-meja-pingpong-yasaka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abd. Rajab]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 11:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[OLAHRAGA]]></category>
		<category><![CDATA[#pimpong]]></category>
		<category><![CDATA[#polewalimandar]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.publiknews.co.id/?p=6176</guid>

					<description><![CDATA[<p>Catatan: Abdul Rajab Abduh Wonomulyo, 10 September 2026, &#8211; Bunyi bola kecil yang memantul cepat di atas meja menjadi suara yang akrab selama sepekan di lapangan PTM Yasaka Wonomulyo. Sesekali terdengar tepuk tangan dan sorakan memberi semangat. Di balik gerak cepat mengejar bola, terselip satu hal yang jauh lebih penting dari sekadar kemenangan: kebersamaan. Suasana [...]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.publiknews.co.id/persahabatan-tumbuh-di-meja-pingpong-yasaka/">Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka </a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.publiknews.co.id">Publik News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><i><strong>Catatan: Abdul Rajab Abduh</strong> </i></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-6177" src="https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-300x169.jpg 300w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-1024x576.jpg 1024w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-768x432.jpg 768w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-1536x864.jpg 1536w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-150x84.jpg 150w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-450x253.jpg 450w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022-1200x675.jpg 1200w, https://www.publiknews.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0022.jpg 1599w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><b>Wonomulyo, 10 September 2026, &#8211; </b>Bunyi bola kecil yang memantul cepat di atas meja menjadi suara yang akrab selama sepekan di lapangan PTM Yasaka Wonomulyo. Sesekali terdengar tepuk tangan dan sorakan memberi semangat. Di balik gerak cepat mengejar bola, terselip satu hal yang jauh lebih penting dari sekadar kemenangan: kebersamaan.</p>
<p>Suasana itulah yang mewarnai Turnamen Tenis Meja Yasaka Wonomulyo, yang digelar pada awal September. Sebanyak 17 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan nomor tunggal putra tersebut.</p>
<p>Para peserta dibagi ke dalam empat grup. Mereka saling berhadapan dengan semangat kompetisi yang tinggi, tetapi tetap dalam suasana persaudaraan. Selama kurang lebih sepekan, meja pertandingan menjadi tempat para pemain menguji kemampuan, strategi, ketangkasan, sekaligus mental bertanding.</p>
<p>Setiap bola yang dikembalikan bukan hanya soal mendapatkan angka. Ada konsentrasi, kesabaran, dan keberanian mengambil keputusan dalam hitungan detik.</p>
<p>Turnamen ini semakin menarik karena selain memperebutkan trofi dan piala bergilir, para pemain terbaik juga mendapatkan uang pembinaan.</p>
<blockquote><p>Setelah melewati rangkaian pertandingan, posisi juara akhirnya diraih oleh:</p>
<ul>
<li>JuaraI: Yusran</li>
<li>JuaraII: Ansar</li>
<li>JuaraIII: Ronal</li>
<li>JuaraIV: Haedar</li>
</ul>
<p>Bagi para juara, podium tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun bagi panitia dan peserta, turnamen tersebut memiliki arti yang lebih luas.</p>
<p>Ketua Panitia, Ganesa, mengatakan bahwa kompetisi ini sejak awal tidak semata &#8211; mata diarahkan untuk mencari siapa yang keluar sebagai juara.</p>
<p>Menurutnya, kemenangan hanyalah salah satu bagian dari sebuah pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan orang, membangun komunikasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.</p>
<p><i>“Turnamen bukan semata &#8211; mata mencari siapa yang juara, tapi yang terpenting membangkitkan semangat kebersamaan dan jiwa sportivitas,” ujar Ganesa.</i></p>
<p>Semangat itulah yang terasa di PTM Yasaka Wonomulyo. Di meja pertandingan, para pemain boleh menjadi lawan. Namun setelah pertandingan berakhir, mereka kembali menjadi kawan.</p>
<p>Sebuah kemenangan tidak harus melahirkan kesombongan. Begitu pula kekalahan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti. Justru dari situlah olahraga mengajarkan sesuatu yang sederhana: menerima hasil, menghargai lawan, dan terus berlatih untuk menjadi lebih baik.</p>
<p>Ganesa berharap Turnamen Tenis Meja Yasaka dapat terus dilaksanakan pada tahun &#8211; tahun mendatang dengan skala yang lebih besar.</p>
<p><i>“Kami berharap turnamen ini berkelanjutan di tahun mendatang dan lebih besar lagi,” katanya.</i></p>
<p>Harapan itu sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan olahraga tenis meja di Wonomulyo. Sebab sebuah turnamen tidak selalu harus dimulai dengan jumlah peserta yang besar atau hadiah yang mewah.</p>
<p>Kadang, semuanya berawal dari sebuah meja, sebuah bet, sebuah bola kecil, dan sekelompok orang yang ingin bermain bersama.</p>
<p>Dari sana, kompetisi tumbuh. Persahabatan terjalin. Semangat olahraga kembali menyala.</p>
<p>Dan ketika bola terakhir berhenti memantul di atas meja, yang tersisa bukan hanya nama sang juara, tetapi juga kenangan tentang kebersamaan yang telah dibangun selama pertandingan.(**)</p></blockquote>
<p>Artikel <a href="https://www.publiknews.co.id/persahabatan-tumbuh-di-meja-pingpong-yasaka/">Persahabatan Tumbuh di Meja Pingpong Yasaka </a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.publiknews.co.id">Publik News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.publiknews.co.id/persahabatan-tumbuh-di-meja-pingpong-yasaka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
